Tekanan Jual Dominan, IHSG Pagi Ini Terkoreksi ke 7.995

Tekanan Jual Dominan, IHSG Pagi Ini Terkoreksi ke 7.995

Indeks Harga Saham Gabungan pada pagi ini mengalami penurunan cukup dalam. Pada pembukaan perdagangan Jumat, 6 Februari 2026, IHSG berada di posisi 7.945,040.

Mengacu data RTI hingga pukul 09.14 WIB, IHSG turun 108,180 poin atau setara 1,33 persen ke level 7.995. Tekanan jual mendominasi pergerakan pasar dengan 519 saham tercatat melemah, sementara 90 saham menguat dan 95 saham stagnan.

Total nilai transaksi yang tercatat hingga pukul 09.14 WIB mencapai Rp3,440 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 7,164 miliar saham.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyampaikan IHSG masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini, seiring sentimen negatif dari downgrade peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s. Ia memperkirakan level support IHSG berada di kisaran 7.900 hingga 8.030, sementara level resist di rentang 8.150 hingga 8.200.

Pada perdagangan sebelumnya, Kamis, 5 Februari 2026, IHSG ditutup melemah 0,53 persen dengan aksi jual bersih investor asing sebesar Rp355 miliar. Saham yang paling banyak dilepas asing antara lain ANTM, MDKA, BRIS, BBNI, dan BRPT.

Tekanan juga datang dari pasar global. Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis akibat penurunan saham-saham teknologi besar seperti Microsoft dan Amazon. Sentimen negatif menguat setelah Alphabet menyatakan rencana peningkatan belanja modal untuk kecerdasan buatan. Indeks S&P 500 anjlok 1,23 persen, Nasdaq turun 1,59 persen, dan Dow Jones Industrial Average melemah 1,20 persen.

Di kawasan Asia-Pasifik, mayoritas bursa turut bergerak di zona merah. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 3,9 persen seiring penurunan saham Samsung dan SK Hynix. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,9 persen dan Topix melemah 0,1 persen. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,4 persen, sedangkan Hang Seng Hong Kong justru menguat tipis 0,14 persen.

Dikutip dari metrotvnews.com