Pelabuhan Merak, Banten, terlihat ramai pada H-1 Hari Raya Natal 2025, Rabu (24/12/2025). Antrean kendaraan pribadi tampak di sejumlah dermaga, dengan mayoritas kendaraan berpelat wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Pantauan di lapangan menunjukkan kepadatan terjadi di salah satu dermaga, terutama antrean truk sebelum masuk kapal. Dermaga yang berada di bagian ujung pelabuhan tersebut tidak melayani penumpang pejalan kaki.
Kondisi perairan Selat Sunda terpantau relatif bersahabat setelah beberapa hari sebelumnya mengalami gelombang tinggi yang menyulitkan kapal untuk sandar.
Sementara itu, arus lalu lintas di Tol Jakarta–Merak terpantau lancar. Namun, kepadatan terjadi di Gerbang Tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, yang diperkirakan akibat meningkatnya volume kendaraan pribadi dari arah Jakarta.
Di Gerbang Tol Cilegon Timur, petugas memasang papan imbauan agar truk tujuan Pulau Sumatra menggunakan Pelabuhan Ciwandan guna mengantisipasi kepadatan di Pelabuhan Merak. Sepanjang jalur menuju pelabuhan, masih terlihat banyak truk pengangkut barang yang melintas berdampingan dengan kendaraan pribadi.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memprediksi puncak arus pergerakan penumpang dan kendaraan pada libur Hari Raya Natal 2025 di Pelabuhan Merak terjadi pada 23 dan 24 Desember 2025.
Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi lonjakan tersebut dengan memastikan kesiapan armada dan infrastruktur pelabuhan.
“Prediksi puncaknya tanggal 23 dan 24 Desember. Kami sudah bersiap dan waspada,” ujar Heru seperti dikutip dari Antara.
Untuk mengurai kepadatan, ASDP mengoperasikan total 32 kapal setiap harinya yang telah dinyatakan layak laut oleh Kementerian Perhubungan. Apabila terjadi lonjakan signifikan pada masa puncak liburan, ASDP siap menambah jumlah kapal yang beroperasi.
Heru menjelaskan skema pembagian operasional kapal dilakukan di tiga lokasi pelayanan, yakni sembilan kapal di Pelabuhan Ciwandan, enam kapal di Pelabuhan BBJ (Bakauheni–Banten Jaya), dan sisanya melayani lintasan di Pelabuhan Merak.
“Untuk lintasan Merak, kami memprediksi kenaikan jumlah pengguna jasa sekitar 4,5 persen dibanding periode sebelumnya. Sementara secara nasional, kenaikan diperkirakan mencapai 9,4 persen,” jelasnya.
Selain fokus pada kelancaran arus penyeberangan, ASDP juga menaruh perhatian serius pada faktor keselamatan, terutama terkait potensi anomali cuaca ekstrem di Selat Sunda sesuai prediksi BMKG.
Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiagakan dua unit kapal tunda (tugboat) di masing-masing pelabuhan. Kapal tunda tersebut disiapkan untuk kondisi darurat, seperti membantu kapal yang mengalami kendala akibat cuaca buruk.
“Kolaborasi dengan BMKG, kepolisian, dan KSOP menjadi kunci. Jika rekomendasi BMKG menyatakan cuaca tidak aman untuk berlayar, kami akan mematuhinya karena keselamatan adalah hal utama yang tidak bisa ditawar,” pungkas Heru.
Dikutip dari cnnindonesia.com