Saham Blue Chips Angkat IHSG ke 8.059

Saham Blue Chips Angkat IHSG ke 8.059

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, bergerak ke zona hijau. IHSG dibuka di posisi 8.059,868.

Mengacu data RTI Business hingga pukul 09.20 WIB, IHSG menguat 74,796 poin atau 0,93 persen ke level 8.091,629.

Sepanjang sesi pagi, IHSG bergerak di rentang:

  • Tertinggi: 8.098,392
  • Terendah: 8.023,126

Mayoritas Saham Menguat

Pada perdagangan pagi ini:

  • 441 saham menguat
  • 182 saham melemah
  • 108 saham stagnan

Total transaksi tercatat mencapai Rp9,133 triliun dengan volume perdagangan 8,892 miliar saham.

Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp14.484,478 triliun.

Sentimen Global Masih Membayangi

Riset harian dari Samuel Sekuritas Indonesia menyebutkan pasar saham Amerika Serikat pada Senin, 2 Maret 2026, ditutup bervariasi namun cenderung menguat.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,15 persen
  • S&P 500 naik 0,04 persen
  • Nasdaq Composite menguat 0,36 persen

S&P 500 nyaris stagnan setelah rebound dari pelemahan tajam di awal sesi, dipicu aksi beli saat harga turun (buy on weakness) menyusul eskalasi konflik AS dan Israel terhadap Iran.

Bursa Asia Melemah

Pasar Asia pada Senin ditutup bervariasi cenderung melemah:

  • Hang Seng Index turun 2,14 persen
  • Nikkei 225 turun 1,35 persen
  • Shanghai Composite Index naik 0,47 persen

IHSG sebelumnya ditutup turun 2,65 persen ke level 8.016,83 dengan aksi jual bersih asing sebesar Rp631,3 miliar.

Pada perdagangan Selasa pagi, KOSPI melemah 2,16 persen, sementara Nikkei dibuka turun 0,79 persen.

IHSG Diperkirakan Melemah

Analis Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan di tengah ketidakpastian pasar global dan regional, terutama akibat eskalasi konflik geopolitik yang meningkatkan volatilitas.

Meski dibuka menguat, arah pergerakan IHSG ke depan dinilai masih rentan terhadap tekanan eksternal, termasuk sentimen risk off global dan arus keluar dana asing dari pasar negara berkembang.

Dikutip dari metrotvnews.com