Rupiah Menguat di Awal Pekan ke Rp16.672, BI Pastikan Stabilitas Nilai Tukar Terjaga

Rupiah Menguat di Awal Pekan ke Rp16.672, BI Pastikan Stabilitas Nilai Tukar Terjaga

JakartaRupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (10/11/2025). Menurut data Bloomberg, kurs rupiah naik 0,11 persen atau 18 poin ke posisi Rp16.672 per dolar AS, dari level sebelumnya Rp16.690.

Analis pasar uang Fikri C. Permana memperkirakan pergerakan positif ini akan berlanjut. “Rupiah berpotensi menguat hingga Rp16.680 per dolar AS hari ini, ditopang oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed,” jelasnya.

Fikri menilai, pelemahan indeks konsumen AS sejak akhir 2024 menjadi katalis bagi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. “Sentimen konsumen di AS menurun hampir 30 persen sejak Trump kembali menjabat, membuka peluang pelonggaran moneter lebih lanjut,” katanya.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari peningkatan penjualan sepeda motor nasional. Data AISI menunjukkan penjualan Oktober 2025 naik 4,08 persen secara bulanan menjadi 590.362 unit.

Bank Indonesia (BI) tetap optimistis terhadap prospek rupiah. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan BI aktif menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar spot, pasar NDF dan DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder.

“Fundamental ekonomi yang kuat, inflasi rendah, dan cadangan devisa yang cukup menjadi faktor pendukung penguatan rupiah,” ujarnya. Denny juga menegaskan bahwa prospek ekonomi Indonesia ke depan tetap solid, ditopang pertumbuhan dan daya tarik investasi yang tinggi.Dikutip dari RRI.co.id