Rupiah Berpotensi Menguat di Awal Pekan, Naik Tipis 0,04 Persen

Rupiah Berpotensi Menguat di Awal Pekan, Naik Tipis 0,04 Persen

Nilai tukar Rupiah kembali menguat terhadap Dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (24/11/2025). Mengutip data Bloomberg, Rupiah naik 0,04 persen atau 6 poin menjadi Rp16.710 per Dolar AS.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin, Rupiah juga mencatat penguatan sebesar 0,12 persen menjadi Rp16.716 per Dolar AS.

Faktor Penguatan Rupiah

Analis Pasar Uang, Lukman Leong, menilai penguatan Rupiah didorong oleh sentimen pasar yang membaik, khususnya kekhawatiran terkait potensi ‘bubble’ pada sektor kecerdasan buatan (AI).

Meski demikian, Lukman menambahkan bahwa ketegangan antara Tiongkok dan Jepang serta prospek pemangkasan suku bunga The Fed yang makin menurun akan membatasi penguatan Rupiah. Ia memperkirakan Rupiah akan bergerak di rentang Rp16.660–Rp16.750 per Dolar AS.

Risiko dari Arus Modal Asing

Ekonom Rully Arya Wisnubroto dari Mirae Asset Sekuritas mencermati aliran keluar modal asing, terutama aksi jual obligasi pemerintah Indonesia (SBN). Saat ini, kepemilikan asing terhadap total outstanding SBN tercatat 13,36 persen, level terendah sepanjang sejarah.

Rully juga menyoroti perubahan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed. Probabilitas penurunan FFR yang semula 39,1 persen melonjak menjadi 71 persen per 21 November 2025, setelah data ekonomi AS dirilis pasca-shutdown. Perubahan ini sejalan dengan data tingkat pengangguran AS yang meningkat menjadi 4,4 persen pada September 2025.

Dikutip dari RRI.co.id