Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menyingkirkan material longsor yang menutup ruas Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo di Desa Nglinggis. Setelah dilakukan penanganan secara intensif, akses jalan kini mulai dapat dilalui kendaraan secara terbatas.
Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Tugu dan sekitarnya selama beberapa jam pada Selasa (3/3/2026). Material longsoran berupa batu besar menutup seluruh badan jalan sehingga sempat memutus akses kendaraan roda dua maupun roda empat.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa menjaga konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana. Hal tersebut dinilai penting karena jalan dan jembatan memiliki peran strategis sebagai penggerak aktivitas masyarakat serta distribusi logistik.
“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).
Sebagai upaya menjaga konektivitas, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali segera menurunkan tim PPK 2.3 untuk menangani longsor tersebut. Tim tersebut mengerahkan personel terlatih serta empat unit alat berat guna mempercepat proses pembersihan material.
Penanganan di lokasi difokuskan pada batu-batu besar yang menutup badan jalan agar akses dapat segera dibuka kembali. Estimasi volume material longsor diperkirakan mencapai sekitar 68 meter kubik sehingga membutuhkan proses pemecahan secara bertahap.
Kepala BBPJN Jawa Timur–Bali, Javid Hurriyanto, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan secara bertahap untuk menjaga keselamatan petugas. Hal ini penting karena masih terdapat potensi guguran batu dari tebing di sekitar lokasi.
“Penanganan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan pemecahan batu besar terlebih dahulu menggunakan breaker. Setelah material terpecah, baru dilakukan pengangkutan agar badan jalan bisa segera dibuka,” ujarnya.
Javid menambahkan, hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan struktur tembok penahan tanah di lokasi longsor tidak mengalami kerusakan struktural. Kerusakan yang terjadi hanya berupa retakan akibat benturan material batu yang menimpa tembok penahan tersebut.
Selain melakukan penanganan material longsor, Kementerian PU juga berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, serta warga setempat untuk pengaturan lalu lintas dan penyiapan jalur alternatif bagi pengguna jalan.
Meski akses kendaraan telah kembali dibuka secara terbatas, pengguna jalan tetap diimbau untuk berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut karena proses pembersihan material serta pengamanan lereng masih terus berlangsung.
Dikutip dari RRI.co.id