Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan gejolak geopolitik global, termasuk konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, belum mengganggu stabilitas keuangan Indonesia secara signifikan.
Ia menilai dampak awal dari konflik tersebut akan terlihat pada sektor ekspor dan pergerakan harga minyak dunia.
Harga Minyak USD92 Masih Aman bagi APBN
Purbaya mengungkapkan pemerintah telah menghitung berbagai skenario lonjakan harga minyak mentah. Bahkan, jika harga minyak menembus hingga USD92 per barel, anggaran negara dinilai masih dapat dikendalikan.
“Saya sudah hitung (harga minyak mentah) sampai USD92 (per barel) pun kita masih bisa kendalikan anggaran, jadi enggak ada masalah,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (4/3/2026).
Ia menegaskan pemerintah tidak memiliki kekhawatiran berlebihan karena masih tersedia ruang untuk melakukan penyesuaian kebijakan fiskal sesuai perkembangan global.
Antisipasi Jika Selat Hormuz Terganggu
Terkait kemungkinan memburuknya situasi, termasuk jika terjadi gangguan distribusi seperti penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada impor minyak, Purbaya mengakui harga impor dapat meningkat dan berpotensi menekan defisit anggaran.
Namun demikian, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif dengan memperkuat penerimaan negara, khususnya dari sektor pajak dan kepabeanan.
“Kita pastikan saja pertama tax collection kita, pengumpulan pajak kita sama Bea Cukai enggak ada yang bocor. Itu sudah mengurangi tekanan ke defisit,” ujarnya.
Setelah memastikan optimalisasi penerimaan negara, pemerintah akan menghitung dampak lanjutan dan menentukan langkah tambahan apabila diperlukan.
Permintaan Domestik Jadi Penopang Utama
Purbaya optimistis ekonomi nasional tetap solid selama permintaan domestik yang berkontribusi sekitar 90 persen terhadap perekonomian tetap terjaga.
Menurutnya, struktur ekonomi Indonesia yang ditopang konsumsi dalam negeri menjadi bantalan penting dalam menghadapi tekanan eksternal.
“Ekonomi kita masih bisa maju, enggak ada masalah. Dan kalaupun di atas, asalkan kita bisa jaga domestic demand yang 90 persen kontribusinya ke ekonomi, kita juga masih bisa survive,” imbuhnya.
Dengan sejumlah skenario dan langkah mitigasi yang telah disiapkan, pemerintah menilai stabilitas fiskal dan ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga meski tensi geopolitik global meningkat.
Dikutip dari metrotvnews.com