Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Kamis dini hari, 9 April 2026. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 79 rumah di Pulau Adonara dilaporkan mengalami kerusakan.
Bupati Flores Timur Anton Doni mengatakan jumlah tersebut merupakan data sementara hingga pukul 08.30 WITA. Kerusakan bangunan yang tercatat terdiri dari kategori rusak ringan hingga rusak berat.
“Sementara ini kami mendapat laporan, kondisi terparah ada di Desa Terong dan Desa Lamahala,” kata Anton Doni saat dihubungi dari Kupang.
Kerusakan Terparah di Dua Desa
Berdasarkan data sementara dari pemerintah daerah, sebanyak 69 rumah yang rusak berada di Desa Terong. Sementara sisanya berada di Desa Lamahala.
Jumlah tersebut masih dapat berubah karena proses pendataan kerusakan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi dampak gempa serta mendata kebutuhan penanganan darurat bagi masyarakat terdampak.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur juga terus memperbarui data kerusakan seiring dengan proses verifikasi yang masih berlangsung.
Pemkab Siapkan Bantuan Darurat
Sebagai langkah awal penanganan, pemerintah daerah menyiapkan bantuan darurat bagi warga yang rumahnya terdampak gempa.
Bantuan tersebut antara lain berupa distribusi terpal dan tenda untuk tempat tinggal sementara bagi masyarakat.
“Kami segera menyiapkan kebutuhan darurat lainnya,” ujar Anton Doni.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melaporkan gempa bumi magnitudo 4,7 terjadi pada Kamis, 9 April 2026 pukul 00.30 WITA.
Episenter gempa berada pada koordinat 8,36 derajat lintang selatan dan 123,15 derajat bujur timur, tepatnya di darat sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman lima kilometer.
Dikutip dari metrotvnews.com