Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini kembali bergerak naik. Pada pembukaan perdagangan Rabu, 7 Januari 2026, IHSG berada di posisi 8.959,091. Mengacu data RTI hingga pukul 09.05 WIB, IHSG lanjut menanjak dengan kenaikan 29,897 poin atau 0,33 persen ke level 8.963,507. Sebanyak 295 saham menguat, sementara 212 melemah dan 189 stagnan terpantau pada sesi pagi ini.
Total transaksi hingga 09.05 WIB mencapai Rp2,798 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 4,713 miliar saham, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi di awal sesi.
Sentimen dan Potensi Pergerakan IHSG
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini, didukung oleh penguatan bursa Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga komoditas, terutama nikel yang mencatat performa positif. Namun, Fanny mengingatkan bahwa pasar telah menguat selama lima sesi berturut-turut sehingga IHSG rentan mengalami koreksi teknikal.
Ia memperkirakan rentang indeks:
- Support IHSG: 8.860–8.900
- Resistance IHSG: 8.950–9.000
Pandangan ini sejalan dengan prediksi analis pasar yang memperkirakan IHSG akan menguji level psikologis 9.000 pada perdagangan hari ini, setelah penutupan rekor Selasa (6/1) di 8.933,6.
Pengaruh Pasar Global
Penguatan IHSG sejauh ini juga sejalan dengan capaian indeks-indeks saham global. Bursa saham AS meraih rekor tertinggi baru pada penutupan Selasa (6/1), dengan indeks S&P 500 naik 0,62 persen, Dow Jones menguat 0,99 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,65 persen. Bursa-bursa utama Asia juga menguat, termasuk Nikkei 225 Jepang, Hang Seng Hong Kong, dan Taiex Taiwan, mendukung sentimen positif bagi pasar saham Indonesia.
Dikutip dari metrotvnews.com