Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya percepatan pemulihan fasilitas publik pascabencana agar dapat segera kembali melayani masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan saat Presiden meninjau langsung pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Lapangan Sepak Bola Bukit Rata, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menginstruksikan jajaran kementerian dan lembaga untuk memberikan perhatian khusus pada sektor pendidikan dan kesehatan agar aktivitas sosial masyarakat dapat kembali berjalan normal dalam waktu sesingkat mungkin.
“Saya juga minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah juga diperhatikan, sama puskesmas dengan rumah sakit-rumah sakit, supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,” tegas Presiden.
Fokus Pemulihan Sekolah dan Layanan Kesehatan
Presiden menilai keberadaan sekolah, puskesmas, dan rumah sakit merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak bencana. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan memastikan fasilitas-fasilitas tersebut dapat kembali beroperasi tanpa penundaan yang tidak perlu.
Langkah ini dinilai penting untuk memulihkan aktivitas sosial, pendidikan, serta layanan kesehatan masyarakat yang terganggu akibat bencana.
Sinkronisasi Data Rumah Rusak
Terkait kebutuhan hunian, Prabowo mencatat sekitar 90.000 rumah mengalami kerusakan berat di tiga provinsi terdampak. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi data yang akurat agar penanganan rumah rusak berat, sedang, maupun ringan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Presiden meminta agar tidak ada warga terdampak yang terlewatkan dalam proses pendataan maupun penyaluran bantuan.
Apresiasi Pembangunan Huntara dan Infrastruktur
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memberikan apresiasi kepada Danantara atas percepatan pembangunan hunian sementara bagi para pengungsi.
“Saya terima kasih sama Danantara yang telah melakukan suatu pekerjaan yang saya lihat baik ya. Membangun 600 hunian dalam waktu singkat itu suatu prestasi,” ujarnya.
Ia juga meminta Danantara untuk berkoordinasi secara intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten agar tidak terjadi tumpang tindih program dan penggunaan sumber daya.
“Nanti saya minta Danantara koordinasi dekat dengan BNPB, Gubernur, dan Bupati masing-masing supaya tidak tumpang tindih. Supaya resource kita benar-benar bermanfaat, tidak mubazir, semuanya harus diarahkan segera untuk membantu rakyat kita,” kata Prabowo.
Selain itu, Presiden turut mengapresiasi kerja cepat seluruh unsur dalam penanganan bencana, termasuk pembangunan jembatan yang umumnya memakan waktu hingga satu bulan, namun kali ini dapat diselesaikan hanya dalam waktu 10 hari.
Dikutip dari beritanasional.com