Penyelenggaraan Haji Dinilai Wamenhaj sebagai Representasi Kebangsaan dan Perubahan

Penyelenggaraan Haji Dinilai Wamenhaj sebagai Representasi Kebangsaan dan Perubahan

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa penyelenggaraan haji di era Kemenhaj tidak hanya dipandang sebagai ibadah ritual. Menurutnya, haji juga memiliki makna sebagai simbol kebangsaan, perubahan, dan kemodernan.

“Haji sebagai simbol kebangsaan dan perubahan, sebagaimana para haji-haji pendiri bangsa terdahulu yang membawa semangat perjuangan dan modernitas,” ujar Dahnil dalam Dialog Perhajian dan Pembinaan ASN di Kanwil Kemenhaj Provinsi Bengkulu, baru-baru ini.

Transformasi Penyelenggaraan Haji Lewat Tiga Arah Sukses

Dahnil menjelaskan bahwa Kemenhaj kini tengah melakukan transformasi besar melalui tiga arah sukses penyelenggaraan haji: sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban.

Pada aspek ritual, Kemenhaj berkomitmen membangun kultur meritokrasi dengan menempatkan kompetensi dan integritas sebagai syarat utama bagi seluruh SDM. Ia menyoroti masih adanya praktik rente, asimetri informasi, hingga potensi manipulasi dalam layanan haji dan perdagangan kuota jemaah.

“Presiden Prabowo memerintahkan agar seluruh praktik tersebut dibersihkan hingga ke akar-akarnya,” tegas Dahnil. Ia mengakui bahwa upaya pemberantasan itu kerap memunculkan resistensi dan fitnah, namun transformasi harus tetap dijalankan dengan kolaborasi seluruh jajaran Kemenhaj hingga ke daerah.

Pemerataan Masa Tunggu Jadi Kebijakan Baru

Dahnil juga mengungkapkan kebijakan baru mengenai pemerataan masa tunggu haji. Rata-rata masa tunggu nasional kini ditetapkan menjadi 26 tahun sebagai upaya mengatasi kesenjangan antardaerah.

Provinsi Bengkulu, misalnya, sebelumnya memiliki masa tunggu yang bervariasi antara 13 hingga 35 tahun. “Saya harap Kanwil dan Kakan Kemenhaj memastikan kebijakan ini dipahami oleh masyarakat,” katanya.

Kemenhaj Siapkan Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji

Selain perbaikan layanan, Kemenhaj juga tengah merancang penguatan ekosistem ekonomi haji, termasuk rencana mengubah Asrama Haji menjadi Hotel Haji melalui skema kolaborasi pemerintah dan swasta.

“Hotel Haji nantinya tidak hanya berfungsi untuk layanan haji, tetapi juga layanan umrah dan kegiatan ekonomi keumatan lainnya,” ujar Dahnil.

Dikutip dari RRI.co.id