Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyambut baik perluasan Program MBG Manggarai Barat ke tingkat kecamatan, diharapkan dapat meningkatkan gizi pelajar secara merata.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) menyambut baik rencana perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi para pelajar di wilayah tersebut secara lebih merata. Perluasan program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak siswa di berbagai tingkatan pendidikan, dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama.
Kepala Dinas PKO Manggarai Barat, Yohanes Hani, di Labuan Bajo pada Jumat (08/11) menyatakan dukungan penuh pihaknya terhadap ekspansi ini. Dinas PKO akan berperan aktif dalam memfasilitasi data sekolah yang diperlukan untuk implementasi Program MBG. Langkah strategis ini menandai komitmen kuat Pemkab Mabar dalam mendukung kesehatan dan pendidikan anak-anak di daerah tersebut.
Perluasan Program MBG Manggarai Barat direncanakan akan menyasar wilayah Ranggu di Kecamatan Kuwus serta Kecamatan Lembor. Sebelumnya, program ini telah berjalan sukses di Kota Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, dan kini siap untuk diperluas. Keberhasilan awal di pusat kota menjadi landasan kuat untuk ekspansi ke area yang lebih luas, termasuk daerah pedesaan dan kepulauan.
Perluasan Jangkauan Program MBG untuk Gizi Merata
Saat ini, Program MBG Manggarai Barat telah diimplementasikan di Kota Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, dengan melibatkan empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap harinya, keempat SPPG tersebut bertanggung jawab melayani sekitar 3.000 pelajar. Program ini mencakup jenjang pendidikan taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP), memastikan cakupan yang komprehensif.
Yohanes Hani menegaskan bahwa sejak Program MBG ini dijalankan, tidak ada keluhan signifikan yang diterima dari pihak sekolah maupun orang tua siswa. Sebaliknya, program ini dinilai memberikan dampak yang sangat positif bagi pemenuhan gizi para siswa. Hal ini menunjukkan efektivitas dan penerimaan yang baik dari komunitas pendidikan di Manggarai Barat.
Perluasan ke kecamatan lain seperti Kuwus dan Lembor merupakan langkah progresif yang sangat dinantikan. Yohanes Hani menjelaskan, “Program MBG saat ini masih dilakukan di wilayah Kota Labuan Bajo dan sekitarnya. Hal tersebut dinilai sebagai langkah awal untuk pelaksanaan program sebelum diperluas di wilayah kecamatan dan kepulauan di Manggarai Barat.” Ini menunjukkan pendekatan bertahap namun terencana.
Inisiatif ini mencerminkan visi jangka panjang Pemkab Mabar untuk memastikan bahwa setiap pelajar memiliki akses yang sama terhadap asupan gizi yang memadai. Dengan perluasan jangkauan Program MBG, diharapkan kesenjangan gizi antar wilayah dapat diminimalisir secara signifikan. Pemkab Mabar berupaya menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas melalui program ini.
Dampak Positif dan Evaluasi Berkelanjutan Program MBG
Dampak positif Program MBG Manggarai Barat tidak hanya terlihat dari minimnya keluhan, tetapi juga dari kondisi fisik siswa yang terpantau. Yohanes Hani menyatakan, “Kalau siswa ke sekolah dan pulang dengan keadaan baik-baik saja tentunya program ini berjalan baik.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa program berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Program pemberian makan bergizi ini diatur sedemikian rupa agar tidak menyita waktu istirahat siswa, sehingga tidak mengganggu proses belajar mereka. Fleksibilitas dalam implementasi menjadi kunci keberhasilan program di Labuan Bajo. Pemkab Mabar berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pemenuhan gizi dan jadwal sekolah yang padat.
Untuk penilaian dampak kesehatan jangka panjang dari Program MBG, Kepala Dinas PKO menjelaskan bahwa hal tersebut memerlukan tim evaluasi khusus. Tim ini akan dibentuk dari Badan Gizi Nasional untuk melakukan kajian mendalam dan komprehensif. Evaluasi ini penting untuk mengukur efektivitas program secara objektif dan ilmiah.
Data dan laporan dari sekolah menjadi indikator awal keberhasilan program yang telah berjalan. Dengan tidak adanya laporan negatif, Pemkab Mabar semakin yakin bahwa Program MBG memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan gizi dan kesehatan pelajar. Upaya perluasan ini diharapkan dapat mereplikasi keberhasilan serupa di wilayah lain di Manggarai Barat.
Sumber: AntaraNews