Pemangkasan Suku Bunga The Fed Tekan Kinerja Dolar AS

Pemangkasan Suku Bunga The Fed Tekan Kinerja Dolar AS

Dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Pelemahan ini terjadi setelah Federal Reserve memangkas suku bunga sekaligus mengisyaratkan kemungkinan penghentian siklus pelonggaran kebijakan moneternya pada pertemuan Januari mendatang.

Mengutip Investing.com, Kamis, 11 Desember 2025, dolar AS langsung merosot terhadap mata uang lain setelah pengumuman The Fed. Pada perdagangan siang hari, dolar AS turun 0,8 persen terhadap franc Swiss menjadi 0,8000 franc dan melemah 0,6 persen menjadi 155,92 terhadap yen Jepang. Sementara itu, euro diperdagangkan di level USD1,1691 atau naik 0,6 persen. Indeks dolar, yang mengukur kinerja dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama, turun 0,6 persen menjadi 98,66.

Dolar AS Makin Tertekan oleh Komentar Powell
Nilai tukar dolar AS semakin tertekan setelah komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam konferensi pers pascapengumuman suku bunga. Powell menegaskan bahwa langkah selanjutnya bank sentral kemungkinan besar bukanlah kenaikan suku bunga. Ia juga menekankan bahwa skenario kenaikan suku bunga tidak tercermin dalam proyeksi terbaru para pembuat kebijakan.

Keputusan The Fed untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,50 persen hingga 3,75 persen memunculkan tiga perbedaan pendapat di internal bank sentral. Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee dan Presiden Fed Kansas City Jeffrey Schmid berpendapat suku bunga seharusnya tetap, sementara Gubernur Fed Stephen Miran mendorong pemangkasan yang lebih besar, yaitu setengah poin persentase.

Selain itu, proyeksi baru pascapemangkasan ini menunjukkan bahwa rata-rata pembuat kebijakan hanya memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin pada 2026, sama seperti proyeksi pada September.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menyatakan akan terus memantau data ekonomi untuk menentukan besaran serta waktu penyesuaian suku bunga selanjutnya.

Dikutip dari metrotvnews.com