BMW Group Indonesia mencatat penguasaan pangsa pasar mobil premium mencapai 49 persen pada periode Januari–Oktober 2025. Capaian ini diraih di tengah tekanan kompetitif yang meningkat dari merek-merek otomotif China yang menyerbu pasar dengan harga lebih agresif.
Presiden Direktur BMW Group Indonesia, Peter Medalla atau Sunny, menyampaikan segmen kendaraan premium memang mengalami penyusutan sepanjang tahun ini. Namun, BMW masih mampu memperkuat posisinya dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia mengakui gempuran merek China turut memberi dampak terhadap pasar premium, termasuk bagi BMW, meskipun secara tidak langsung. Penurunan daya beli di kelas premium membuat kinerja pasar melambat.
Meskipun menguasai hampir separuh segmen premium, penjualan retail BMW tercatat turun tajam 39,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data Gaikindo, BMW hanya menjual 1.967 unit sepanjang Januari–Oktober 2025, turun dari 3.234 unit tahun lalu.
Penurunan ini juga dialami kompetitor terdekatnya. Mercedes-Benz mencatat penurunan penjualan 44,4 persen pada periode yang sama, dari 1.968 unit menjadi 1.094 unit. Sementara Lexus turun 44,3 persen dari 1.335 unit menjadi 1.063 unit.
Dengan persaingan yang semakin ketat di industri otomotif Indonesia, BMW berupaya mempertahankan dominasinya di segmen premium melalui diversifikasi model dan peningkatan layanan pelanggan.
Dikutip dari cnnindonesia.com