Harga minyak dunia turun pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena investor menantikan pemulihan produksi minyak dari Kazakhstan yang diharapkan meningkatkan pasokan ke pasar global.
Mengutip data Yahoo Finance, Rabu, 28 Januari 2026, harga minyak mentah Brent berjangka turun hampir 0,7 persen menjadi USD 64,35 per barel, sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun 0,6 persen menjadi USD 60,29 per barel.
Analis komoditas menyebutkan, kondisi cuaca beku di Amerika Serikat akibat badai musim dingin akan mengganggu produksi minyak di negara tersebut selama beberapa waktu. Namun, tanda-tanda pemulihan produksi minyak Kazakhstan turut menjadi fokus pasar.
Kazakhstan diketahui menyiapkan pemulihan operasi di ladang minyak utama seperti Tengiz dan Korolev setelah pasokan listrik kembali, serta penyelesaian perbaikan di terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC) yang akan mendukung ekspor minyak. Langkah ini diperkirakan akan meningkatkan ketersediaan minyak di pasar dalam jangka pendek.
Pemulihan pasokan dari Kazakhstan menjadi faktor utama yang menekan harga minyak belakangan ini, meskipun cuaca ekstrem di AS sempat membatasi produksi. Investor memperhatikan bahwa informasi positif tentang kembalinya kapasitas ekspor dari terminal utama dapat mengurangi kekhawatiran terkait pengetatan pasokan global.
Harga minyak juga dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan kondisi produksi global lainnya, namun sentimen terhadap peningkatan pasokan menjadi faktor yang dominan dalam pergerakan harga terkini.
Dikutip dari metrotvnews.com