MPR Apresiasi Prabowo Kerahkan Sumber Daya Nasional Pulihkan Sumatra

MPR Apresiasi Prabowo Kerahkan Sumber Daya Nasional Pulihkan Sumatra

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto saat ini memfokuskan jajarannya untuk menangani dampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pada akhir November 2025.

Menurut Muzani, Presiden mengerahkan seluruh instrumen pemerintah untuk memulihkan kondisi daerah terdampak.
“Beliau hari-hari ini sedang mengerahkan kekuatan segalanya untuk memulihkan kondisi di tiga provinsi tersebut,” ujar Muzani usai bertemu Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/12).

Ia menuturkan bahwa Prabowo melihat langsung kondisi warga pengungsi serta kerugian besar yang dialami masyarakat, mulai dari kehilangan tempat tinggal hingga anggota keluarga.
“Beliau merasakan bagaimana beban berat yang dirasakan oleh masyarakat, termasuk warga yang kehilangan orang terkasih yang hingga kini belum ditemukan,” kata Muzani.

Presiden, lanjutnya, telah menginstruksikan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dan BUMN strategis untuk mempercepat pemulihan pascabencana, terutama perbaikan akses darat dan komunikasi.
“Dirut PLN dan Dirut Pertamina sudah dikerahkan untuk memulihkan listrik dan suplai bahan bakar agar normal,” ujarnya.

Korban Meninggal Tembus 700 Jiwa
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan longsor di tiga provinsi tersebut mencapai 712 orang per Selasa sore. Sementara itu, korban hilang tercatat 507 orang.

Rinciannya:

  • Aceh: 218 meninggal, 227 hilang
  • Sumut: 301 meninggal, 163 hilang
  • Sumbar: 193 meninggal, 117 hilang

Selain itu, sebanyak 2.564 warga mengalami luka-luka dan total 3,3 juta jiwa terdampak bencana di 50 kabupaten/kota.

Kerusakan infrastruktur dan pemukiman juga cukup parah, dengan ribuan rumah terdampak. Center of Economic and Law Studies (Celios) memperkirakan total kerugian akibat bencana ini mencapai Rp68,67 triliun.

Dikutip dari cnnindonesia.com