Minyak Brent Menguat Tipis ke USD59,82 per Barel

Minyak Brent Menguat Tipis ke USD59,82 per Barel

Harga minyak global mencatatkan kenaikan tipis pada perdagangan Kamis waktu setempat atau Jumat WIB, seiring investor menimbang potensi sanksi Amerika Serikat (AS) yang lebih ketat terhadap Rusia serta meningkatnya risiko pasokan akibat kebijakan blokade kapal tanker minyak Venezuela.

Mengutip data Yahoo Finance, Jumat, 19 Desember 2025, harga minyak mentah Brent ditutup naik 14 sen atau 0,2 persen menjadi USD59,82 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 21 sen atau 0,4 persen ke level USD56,15 per barel.

Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump pada Kamis menyatakan optimisme bahwa pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina “mendekati sesuatu”, menjelang pertemuan antara pejabat Amerika Serikat dan Rusia yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini.

Meski demikian, Amerika Serikat disebut tengah mempersiapkan putaran sanksi lanjutan terhadap sektor energi Rusia apabila Moskow tidak menyetujui kesepakatan damai dengan Ukraina. Seorang pejabat Gedung Putih menyebutkan bahwa hingga saat ini Presiden Trump belum mengambil keputusan final terkait penerapan sanksi tambahan terhadap Rusia.

Risiko pasokan global turut meningkat setelah Presiden Trump memerintahkan pemblokiran seluruh kapal tanker minyak yang dikenai sanksi untuk masuk dan keluar Venezuela. Kebijakan tersebut menambah ketegangan geopolitik baru di pasar energi yang sebelumnya sudah terbebani oleh kekhawatiran atas melemahnya permintaan global.

Trump menyatakan pemerintahannya menganggap penguasa Venezuela sebagai organisasi teroris asing, sehingga memicu pengetatan kebijakan terhadap sektor energi negara tersebut. Meski banyak kapal pengangkut minyak Venezuela telah berada di bawah sanksi, sejumlah kapal lain yang membawa minyak mentah Venezuela, serta minyak dari Iran dan Rusia, masih belum terkena pembatasan.

Selain itu, kapal tanker yang disewa oleh perusahaan energi AS, Chevron, masih mengangkut minyak mentah Venezuela ke Amerika Serikat berdasarkan otorisasi yang sebelumnya diberikan oleh Washington. Kondisi ini membuat pasar minyak global tetap berada dalam ketidakpastian, dengan pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan energi global.

Dikutip dari metrotvnews.com