Laporan WGC 2025: Emas Jadi Aset Terbaik, Indonesia Siap Jadi Pusat Bullion Asia

Laporan WGC 2025: Emas Jadi Aset Terbaik, Indonesia Siap Jadi Pusat Bullion Asia

Jakarta — Laporan WGC 2025 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat perdagangan emas (bullion) di Asia. Dalam laporan bertajuk Indonesian Gold Consumer Insights Report, World Gold Council (WGC) menegaskan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap emas telah mendorong pertumbuhan investasi dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk menyaingi Tiongkok dan India dalam konsumsi emas. Permintaan konsumen terus meningkat, baik untuk investasi jangka panjang maupun kebutuhan perhiasan,” ujar Shaokai Fan, Head of Asia Pacific dan Global Head of Central Banks WGC.

WGC mencatat bahwa emas memberikan return tertinggi di Indonesia dalam dua tahun terakhir, mencapai 32 persen pada 2024 dan melonjak ke 44 persen pada 2025. Hal ini menunjukkan emas tetap menjadi aset pelindung nilai (safe haven) paling diminati di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Shaokai Fan menambahkan, kemudahan akses dan digitalisasi perdagangan emas di Indonesia menjadikan pasar domestik lebih adaptif. “Jual beli emas di Indonesia relatif mudah, ini menjadi faktor utama masyarakat memilih emas sebagai instrumen investasi,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Kemenko Perekonomian Ferry Irawan mengungkapkan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem bullion nasional melalui implementasi berbagai produk keuangan berbasis emas, seperti Simpanan Emas, ETF Emas, dan Pembiayaan Emas.

Menurutnya, literasi dan inklusi keuangan berbasis emas akan terus ditingkatkan agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pertumbuhan ekonomi nasional. “Dengan inovasi dan sinergi yang kuat, Indonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam industri bullion Asia,” kata Ferry menegaskan.Dikutip dari RRI.co.id