Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan seluruh pejabat PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menjaga integritas dan tidak menoleransi praktik korupsi dalam bentuk apa pun. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menegaskan bahwa budaya integritas harus dibangun dan dijaga secara konsisten.
“Budaya integritas perlu dibangun dan dijaga, agar kita tidak menoleransi segala bentuk korupsi sekecil apa pun,” ujar Fitroh dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 November 2025.
Fitroh menyampaikan bahwa KPK akan terus mengawal transformasi bisnis KAI sebagai langkah pencegahan korupsi. Upaya ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025.
Ia menambahkan, KPK mengajak seluruh insan BUMN untuk memperkuat pemahaman dan kesadaran antikorupsi serta menerapkan budaya integritas dalam setiap proses bisnis dan investasi. Salah satu langkah konkret adalah memastikan audit tata kelola perusahaan selaras dengan Survei Penilaian Integritas (SPI).
Menurut Fitroh, korupsi sekecil apa pun dapat merusak keberlanjutan BUMN dan melemahkan kepercayaan publik.
Sementara itu, Komisaris PT KAI Said Aqil Siroj menegaskan bahwa integritas merupakan harga mati di lingkungan KAI. Ia menekankan bahwa praktik korupsi harus ditutup hingga ke celah terkecil.
“Capaian SPI yang baik menjadi cerminan komitmen nyata KAI terhadap budaya antikorupsi yang berkelanjutan,” kata Said.
Dikutip dari metrotvnews.com