Ketidakpastian Geopolitik Dorong Harga Emas Dunia Naik Signifikan

Ketidakpastian Geopolitik Dorong Harga Emas Dunia Naik Signifikan

Harga emas dunia melonjak pada perdagangan Asia, Senin (5/1/2026), menyusul operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Peristiwa tersebut memicu gelombang baru pembelian aset aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Mengutip Investing.com, Senin (5/1/2026), harga emas spot tercatat naik 1 persen menjadi USD 4.374,92 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Maret menguat 0,8 persen ke level USD 4.381,10 per ons.

Pejabat AS mengonfirmasi bahwa Nicolás Maduro ditahan dalam sebuah penggerebekan pada akhir pekan di Caracas dan kemudian diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan kriminal yang telah lama tertunda.

Operasi tersebut menandai intervensi Amerika Serikat yang paling langsung di Venezuela dalam beberapa dekade terakhir. Langkah itu memicu kecaman dari sejumlah negara, sementara investor menilai potensi dampaknya terhadap stabilitas kawasan serta pasar energi global.

Presiden AS Donald Trump menyebut penangkapan Maduro sebagai “langkah menentukan” terhadap apa yang ia gambarkan sebagai rezim kriminal. Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat akan memastikan proses transisi pemerintahan yang aman dan tertib di Venezuela.

Peningkatan ketegangan geopolitik ini turut menambah ketidakpastian terhadap pasokan minyak mentah Venezuela dalam jangka pendek. Meski memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, produksi minyak negara tersebut telah merosot tajam akibat sanksi internasional selama bertahun-tahun dan minimnya investasi.

Bagi pasar emas, eskalasi geopolitik tersebut memperkuat sentimen positif yang telah terbentuk sebelumnya. Harga emas batangan selama ini didukung oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga AS pada akhir tahun, pembelian berkelanjutan oleh bank sentral global, serta kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dunia.

Selain emas, harga logam mulia lainnya juga mencatat penguatan signifikan. Harga perak naik 2,4 persen menjadi USD 74,32 per ons, sementara harga platinum berjangka melonjak 3,1 persen ke level USD 2.209,60 per ons.

Dikutip dari metrotvnews.com