Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan pembentukan badan usaha milik negara baru yang secara khusus bergerak di sektor tekstil. Langkah tersebut diambil menyusul pailitnya PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex yang berdampak pada operasional perusahaan.
Prasetyo menjelaskan, BUMN tekstil tersebut akan berada di bawah pengelolaan Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia. Pemerintah menilai keberlangsungan industri garmen dan tekstil nasional harus tetap dijaga sebagai sektor strategis perekonomian.
“Kami harapkan dalam waktu dekat semua proses sudah bisa diselesaikan. PT Sritex bagaimana pun kami harus selamatkan dalam artian kegiatan ekonominya tetap harus berjalan,” kata Prasetyo di Kompleks Kepresidenan Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.
Ia menegaskan, meskipun Sritex telah dinyatakan pailit, aktivitas ekonomi dan operasional perusahaan perlu terus berjalan. Pemerintah mempertimbangkan dampak besar terhadap tenaga kerja dan rantai ekonomi yang ditimbulkan.
“Di sana kurang lebih mempekerjakan 10 ribu karyawan dan cukup besar kegiatan ekonomi yang dihasilkan. Mulai dari produk-produk pakaian, seragam, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor ke mancanegara,” ujar Prasetyo.
Rencana pembentukan BUMN tekstil tersebut juga dibenarkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menyampaikan, arahan pembentukan BUMN baru ini diberikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam rapat di Hambalang, Bogor, pada Sabtu, 17 Januari 2026.
“Akan membentuk BUMN baru khusus tekstil, tidak menghidupkan perusahaan tekstil lama,” ucap Airlangga.
Menurut Airlangga, industri tekstil merupakan sektor strategis yang berada di garis depan dalam menghadapi potensi kebijakan tarif Amerika Serikat. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan dukungan pendanaan sebesar USD 6 miliar melalui BPI Danantara Indonesia.
Dana tersebut akan diarahkan untuk memperkuat industri tekstil nasional, mendorong penerapan teknologi, serta meningkatkan daya saing dan ekspor produk tekstil Indonesia ke pasar global.
Dikutip dari RRI.co.id