Kasus Dugaan Korupsi, KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Sudewo

Kasus Dugaan Korupsi, KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Sudewo

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas dan kantor Bupati Pati, Sudewo, yang berada satu kompleks dengan Pendopo Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Kamis pagi, 22 Januari 2026. Penggeledahan tersebut merupakan tindak lanjut dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK sebelumnya.

Salah seorang staf di lingkungan Kantor Bupati Pati yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya kegiatan penggeledahan tersebut. Menurut informasi yang dihimpun, tim penyidik KPK mulai melakukan penggeledahan sekitar pukul 07.00 WIB.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah kendaraan berwarna hitam terparkir di depan Pendopo Kabupaten Pati. Tiga di antaranya menggunakan pelat nomor H dari Jakarta dan satu kendaraan berpelat nomor AB dari Jawa Tengah. Selain itu, sejumlah personel kepolisian bersenjata laras panjang tampak berjaga di sekitar area pendopo.

Tim penyidik KPK terlihat keluar masuk rumah dinas bupati, kemudian berpindah ke ruang kerja Bupati Pati, sebelum kembali lagi ke rumah dinas. Aktivitas tersebut berlangsung secara tertutup dengan pengamanan ketat.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Pati Sudewo pada Senin dini hari, 19 Januari 2026. OTT tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan dalam praktik jual beli jabatan perangkat desa.

Usai ditangkap, Sudewo sempat menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di Mapolres Kudus dengan meminjam salah satu ruangan. Setelah pemeriksaan, tim penyidik KPK bergerak menuju Semarang dengan pengawalan personel Unit Patwal Satlantas Polres Kudus.

Penggeledahan rumah dinas dan kantor bupati dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti pendukung guna memperkuat proses penyidikan terhadap perkara yang menjerat Bupati Pati nonaktif tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa tim penyidik masih melakukan serangkaian kegiatan di lapangan.

“Termasuk untuk perkara Pati, tim juga masih di lapangan,” ujar Budi melalui keterangan tertulis, Kamis.

Namun demikian, KPK belum merinci lokasi-lokasi yang digeledah. Pihak KPK menyatakan akan menyampaikan keterangan resmi secara lengkap setelah seluruh rangkaian penggeledahan selesai dilakukan.

Dikutip dari metrotvnews.com