Laga Timnas Voli Putra Indonesia melawan Thailand di final voli putra SEA Games 2025 menjadi pertemuan dua negara yang selama puluhan tahun mendominasi cabang olahraga bola voli di kawasan Asia Tenggara.
Sejak bola voli pertama kali dipertandingkan pada SEA Games 1977, Indonesia dan Thailand tercatat sebagai dua negara dengan koleksi medali emas terbanyak di nomor voli putra. Indonesia hingga kini telah mengoleksi 12 medali emas, sementara Thailand berada di posisi kedua dengan delapan emas.
Di luar kedua negara tersebut, hanya Myanmar (Burma) yang pernah merebut medali emas voli putra SEA Games, masing-masing pada edisi 1977, 1979, dan 1983. Sejak SEA Games 1985, dominasi emas voli putra sepenuhnya menjadi milik Indonesia dan Thailand.
Posisi Indonesia sebagai penguasa voli putra sempat terancam pada dekade 2010-an. Thailand berhasil merebut empat medali emas secara beruntun pada edisi 2011, 2013, 2015, dan 2017. Raihan tersebut membuat Thailand hanya terpaut satu emas dari Indonesia.
Namun, Indonesia mampu bangkit dan kembali menguasai voli putra Asia Tenggara. Dalam tiga edisi SEA Games terakhir, tim Merah Putih selalu keluar sebagai peraih medali emas, sehingga kini total koleksi emas Indonesia bertambah menjadi 12.
Dengan catatan tersebut, Indonesia berpeluang untuk semakin menjauh dari kejaran Thailand sekaligus mempertahankan dominasi pada edisi SEA Games 2025.
Indonesia melaju ke partai puncak setelah menyingkirkan Vietnam melalui pertandingan ketat dengan skor 3-2 di semifinal. Sementara itu, Thailand memastikan tiket final usai mengalahkan Filipina dengan skor meyakinkan 3-0.
Laga final voli putra SEA Games 2025 antara Indonesia dan Thailand dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/12) dan diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat sejarah panjang persaingan kedua tim di level Asia Tenggara.
Dikutip dari cnnindonesia.com