Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak menguat pada pembukaan perdagangan hari ini. Pada Selasa, 20 Januari 2026, IHSG dibuka di posisi 9.156,189.
Mengacu pada data RTI yang tercatat hingga pukul 09.15 WIB, IHSG langsung menguat 22,218 poin atau setara 0,24 persen ke level 9.156,091. Sepanjang perdagangan pagi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di posisi 9.169,867.
Pada perdagangan pagi ini, sebanyak 286 saham emiten tercatat menguat. Sementara itu, 248 saham melemah dan 165 saham lainnya bergerak stagnan.
Dari sisi aktivitas perdagangan, total nilai transaksi sementara tercatat sebesar Rp4,257 triliun dengan volume perdagangan mencapai 10,122 miliar saham. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada pagi ini tercatat sebesar Rp16.668,051 triliun.
Riset harian FAC Sekuritas mencatat bahwa pada perdagangan sebelumnya, Senin, 19 Januari 2026, IHSG ditutup menguat 58,47 poin atau 0,64 persen ke level 9.133,87. Penguatan tersebut memperpanjang tren positif IHSG yang telah menguat selama empat hari berturut-turut, didorong oleh aliran dana asing yang konsisten mencatatkan net buy di pasar saham domestik.
Dari pasar global, Wall Street tidak melakukan perdagangan karena libur bursa. Sementara itu, bursa saham Eropa ditutup melemah secara serempak. Indeks CAC 40 turun 1,78 persen, FTSE melemah 0,39 persen, dan DAX terkoreksi 1,34 persen.
Pelemahan bursa Eropa dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan rencana pengenaan tarif sebesar 10 persen pada akhir bulan ini terhadap sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, Inggris, Prancis, Swedia, Norwegia, Belanda, Finlandia, dan Denmark, jika negara-negara tersebut tetap menentang penjualan Greenland kepada Amerika Serikat. Tarif tersebut bahkan direncanakan meningkat menjadi 25 persen pada bulan Juni mendatang.
Sebagai respons, Uni Eropa tengah mendiskusikan potensi pengenaan tarif balasan hingga senilai 93 miliar euro terhadap sejumlah produk asal Amerika Serikat.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini IHSG diperkirakan bergerak cenderung mixed seiring dengan sentimen yang beragam dari pasar regional,” tulis analis FAC Sekuritas dalam risetnya.
Dikutip dari metrotvnews.com