Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada perdagangan pagi ini. Pada pembukaan perdagangan Senin (5/1/2026), IHSG berada di posisi 8.778,732.
Berdasarkan data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG sempat bergerak fluktuatif sebelum akhirnya kembali menguat 40,940 poin atau setara 0,47 persen ke level 8.789,072.
Pada perdagangan pagi ini, sebanyak 264 saham emiten tercatat menguat. Sementara itu, 301 saham melemah dan 148 saham stagnan.
Nilai transaksi yang tercatat hingga pukul 09.20 WIB mencapai Rp5,779 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 11,848 miliar saham.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini.
“Diperkirakan support IHSG berada di kisaran 8.500–8.660 dan resist IHSG di rentang 8.820–8.850,” ujar Fanny dalam analisis hariannya.
Riset harian BNI Sekuritas juga mencatat IHSG pada pekan lalu ditutup menguat 1,17 persen, disertai aksi beli bersih (net buy) investor asing sebesar Rp1,14 triliun. Saham-saham yang paling banyak diborong investor asing antara lain BUMI, BRMS, GOTO, MBMA, dan PNLF.
Dari pasar global, indeks-indeks utama Wall Street mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Jumat (2/1/2026), yang merupakan hari perdagangan pertama tahun ini. Penguatan tersebut ditopang kinerja saham-saham semikonduktor, meski tekanan masih membayangi sektor teknologi non-chip. Indeks S&P 500 naik 0,19 persen, Dow Jones Industrial Average menguat 0,66 persen, sementara Nasdaq Composite terkoreksi tipis 0,03 persen.
Di kawasan Asia Pasifik, bursa saham memulai perdagangan awal 2026 dengan pergerakan beragam pada Jumat (2/1/2026). Investor mencermati pergerakan Wall Street serta perkembangan ekonomi regional. Sejumlah bursa utama Asia, termasuk Jepang dan China daratan, masih tutup karena libur Tahun Baru.
Sementara itu, pasar saham Korea Selatan mencatat penguatan signifikan, dengan indeks Kospi melonjak 2,27 persen dan Kosdaq naik 2,17 persen. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 0,15 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong melesat 2,76 persen.
Dikutip dari metrotvnews.com