Harga Minyak Naik Tajam Setelah Tanker Kuwait Diserang Iran

Harga Minyak Naik Tajam Setelah Tanker Kuwait Diserang Iran

Harga minyak dunia kembali naik tajam pada perdagangan Selasa pagi (31/3/2026) setelah laporan menyebutkan Iran menyerang sebuah kapal tanker minyak yang bermuatan penuh di area pelabuhan Dubai. Kenaikan ini terjadi di tengah konflik Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Mengutip Investing.com, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka sebagai acuan harga minyak di Amerika Serikat melonjak 3,4 persen menjadi USD106,40 per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan harga minyak internasional juga meningkat 1,98 persen menjadi USD115,01 per barel.

Serangan kapal tanker picu kekhawatiran pasokan

Laporan media Kuwait menyebutkan bahwa Iran menyerang sebuah kapal tanker minyak yang sedang berlabuh di pelabuhan Dubai. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada kapal serta memicu kebakaran, sementara kapal dilaporkan sedang dalam kondisi bermuatan penuh saat insiden terjadi.

Serangan tersebut terjadi setelah Iran sebelumnya menyerang sejumlah target di Kuwait dan Arab Saudi. Pada saat yang sama, Israel juga terus melancarkan serangan terhadap Teheran.

Eskalasi konflik yang terus berlanjut ini semakin memperkecil peluang tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.

Para pejabat Iran menyatakan bahwa mereka belum melakukan negosiasi langsung dengan AS sejak konflik dimulai. Pernyataan tersebut bertentangan dengan klaim Washington yang menyebutkan bahwa upaya pembicaraan perdamaian berjalan dengan baik.

Ancaman terhadap infrastruktur energi

Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan ribuan pasukan tambahan ke kawasan Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump juga kembali mengulang ancamannya untuk menyerang infrastruktur energi Iran serta kemungkinan infrastruktur air negara tersebut.

Trump menetapkan tenggat waktu awal April bagi Iran untuk menyetujui gencatan senjata. Jika tidak, Iran berpotensi menghadapi serangan lanjutan dari AS.

Di sisi lain, sejumlah negara masih berupaya menengahi konflik tersebut. Pakistan bahkan menawarkan diri menjadi tuan rumah pembicaraan gencatan senjata regional yang direncanakan berlangsung di Islamabad.

Risiko gangguan jalur minyak global

Ketegangan juga meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman ikut terlibat dalam konflik pada akhir pekan lalu dengan melancarkan serangan terhadap Israel.

Keterlibatan kelompok tersebut memicu kekhawatiran akan terbukanya front baru dalam konflik, terutama karena Houthi memiliki kemampuan menyerang kapal-kapal yang melintas di kawasan Laut Merah.

Serangan di wilayah tersebut berpotensi meningkatkan gangguan terhadap jalur pengiriman minyak global. Situasi ini diperparah dengan langkah Iran yang sebagian besar menutup Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar semakin khawatir terhadap potensi gangguan pasokan energi global, sehingga mendorong kenaikan harga minyak dunia dalam perdagangan terbaru.