Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam dalam perdagangan Asia pada Rabu, 8 April 2026. Penurunan drastis ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Mengutip laporan Investing.com, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat anjlok sekitar 18 persen menjadi USD92,61 per barel.
Padahal pada perdagangan sebelumnya, Selasa, harga berjangka WTI ditutup naik tipis 0,3 persen di level USD112,41 per barel. Penurunan tajam ini mencerminkan perubahan sentimen pasar yang cepat setelah adanya perkembangan diplomatik antara kedua negara.
Trump setujui gencatan senjata dengan Iran
Melalui unggahan di media sosial, Trump menyatakan telah menyetujui penangguhan aksi militer terhadap Iran selama dua minggu. Keputusan tersebut diambil hanya beberapa jam sebelum batas waktu yang ditetapkan pada pukul 20.00 waktu setempat.
Trump menyebut Amerika Serikat telah mencapai tujuan militer utamanya. Ia juga menyampaikan bahwa Iran telah mengajukan proposal yang terdiri dari beberapa poin yang berpotensi menjadi dasar bagi kesepakatan yang lebih luas di masa mendatang.
Tenggat waktu yang sebelumnya ditetapkan Trump sempat menjadi perhatian utama pasar global karena dikhawatirkan dapat memicu eskalasi besar dalam konflik di kawasan Timur Tengah.
Beberapa jam sebelum pengumuman gencatan senjata, harga minyak bahkan sempat melonjak ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Lonjakan tersebut dipicu kekhawatiran bahwa serangan Amerika Serikat terhadap Iran dapat mengganggu jalur pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah secara signifikan.
Sebelumnya, Trump juga sempat memperingatkan bahwa kegagalan Iran untuk mematuhi kesepakatan dapat menimbulkan konsekuensi serius, bahkan menyebut potensi kehancuran besar jika konflik meningkat.
Selat Hormuz berperan penting bagi pasokan minyak global
Gencatan senjata yang oleh Trump disebut sebagai “jeda dua sisi” tersebut bergantung pada komitmen Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz secara aman.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menangani sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia. Selama beberapa minggu terakhir, jalur tersebut dilaporkan tertutup secara efektif akibat meningkatnya konflik di kawasan.
Terobosan diplomatik ini terjadi setelah upaya intensif di menit-menit terakhir untuk meredakan ketegangan. Pakistan dilaporkan memainkan peran penting sebagai mediator yang mendorong kedua pihak untuk menahan diri dari eskalasi konflik lebih lanjut.
Trump juga menyatakan bahwa sebagian besar isu utama antara kedua negara telah dibahas. Masa gencatan senjata selama dua minggu diharapkan dapat dimanfaatkan untuk merampungkan kesepakatan jangka panjang yang lebih komprehensif.