Harga emas dunia bervariasi pada perdagangan Kamis waktu setempat atau Jumat WIB, setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) untuk Januari tercatat lebih kuat dari perkiraan. Kondisi tersebut mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Mengutip Yahoo Finance, Jumat, 13 Februari 2026, harga emas berjangka sebagai patokan kontrak beli atau jual emas di masa depan turun 0,1 persen menjadi USD5.092,30 per troy ons.
Sementara itu, harga emas spot sebagai harga pasar emas saat ini justru naik 0,4 persen menjadi USD5.075,28 per troy ons.
Seorang ahli strategi di OCBC, Christopher Wong, mengatakan laporan pekerjaan yang lebih kuat menyebabkan sedikit penurunan ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi faktor utama yang membatasi penguatan harga emas.
Tingkat Pengangguran Turun ke 4,3 Persen
Pertumbuhan lapangan kerja di AS secara tak terduga meningkat pada Januari, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,3 persen. Meski demikian, peningkatan terbesar jumlah tenaga kerja dalam 13 bulan terakhir dinilai berpotensi melebih-lebihkan kekuatan pasar tenaga kerja.
Revisi data juga menunjukkan perekonomian menambah sekitar 181 ribu lapangan kerja pada 2025, bukan 584 ribu seperti yang diperkirakan sebelumnya.
“Sensitivitas terhadap dolar, penyesuaian harga imbal hasil, dan ketidakpastian seputar kebijakan Fed diperkirakan akan terus menimbulkan risiko dua arah bagi emas dalam jangka pendek,” ujar Wong.
Investor kini menantikan data klaim pengangguran mingguan dan angka inflasi yang dirilis Jumat untuk mendapatkan sinyal lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed.
Pergerakan emas dalam waktu dekat diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh dinamika suku bunga, pergerakan dolar AS, serta perubahan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Dikutip dari metrotvnews.com