Harga Emas Global Melemah, Namun Masih Di Atas Ambang USD 5.000/Ons

Harga Emas Global Melemah, Namun Masih Di Atas Ambang USD 5.000/Ons

Harga emas dunia tercatat mengalami penurunan pada perdagangan Selasa waktu setempat atau Rabu WIB (11 Februari 2026), dengan fokus pasar tertuju pada serangkaian rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat.

Mengutip Yahoo Finance, harga emas berjangka sebagai patokan internasional turun 0,5 persen menjadi USD5.053,80 per troy ons. Sementara harga emas spot, yang mencerminkan harga pasar saat ini, tetap stabil di level USD5.040,04. Sebelumnya, harga emas mencatat rekor tertinggi USD5.594,82 pada perdagangan 29 Januari 2026.

Analis komoditas Anil Deshpande dari Mumbai menyebutkan pasar saat ini berada dalam mode menunggu, mengamati data makro utama AS yang akan dirilis akhir pekan ini, termasuk penjualan ritel Desember, indeks harga konsumen Januari, dan laporan penggajian non-pertanian Januari.

“Kejutan dalam data pekerjaan atau inflasi dapat dengan cepat mengubah ekspektasi terhadap penurunan suku bunga dan menggerakkan harga logam mulia secara tajam ke salah satu arah,” ujar Deshpande.

Penurunan harga emas saat ini mengikuti reli yang terjadi pada akhir Januari, yang menurut para pedagang telah berlangsung terlalu cepat sehingga memicu aksi ambil untung di pasar logam mulia.

Investor memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga masing-masing 25 basis poin pada 2026, dengan potensi penurunan pertama terjadi pada Juni. Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, biasanya diuntungkan dari lingkungan suku bunga yang lebih rendah, sehingga pergerakan data ekonomi AS menjadi penentu arah harga logam mulia ke depan.