Harga emas dunia tercatat melemah tipis pada perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis WIB, setelah sebelumnya melonjak dan menembus level USD4.500 per ons pada awal sesi. Pelemahan ini terjadi seiring aksi ambil untung investor usai harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Mengutip data Yahoo Finance, Kamis, 25 Desember 2025, harga emas spot turun 0,2 persen menjadi USD4.479,38 per ons. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi di level USD4.525,18 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari ditutup turun 0,1 persen ke posisi USD4.502,8 per ons.
Aksi Ambil Untung Tekan Harga Emas
Pasar emas mengalami fase konsolidasi setelah reli tajam yang mendorong harga ke level tertinggi. Tekanan ringan pada harga emas dipicu oleh aksi ambil untung, meskipun tren jangka menengah masih dinilai positif.
Emas dikenal cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah serta menjadi aset favorit investor di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Sentimen Suku Bunga AS Pengaruhi Pasar
Pergerakan harga emas turut dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyebut ingin ketua Federal Reserve berikutnya menurunkan suku bunga apabila kinerja pasar dinilai baik.
Saat ini, bank sentral AS telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2025. Pelaku pasar memperkirakan masih akan terjadi dua kali pemangkasan suku bunga tambahan pada tahun depan, yang berpotensi menjadi sentimen positif bagi harga emas.
Ketegangan Geopolitik AS–Venezuela
Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik juga menjadi perhatian pelaku pasar. Hubungan Amerika Serikat dan Venezuela dilaporkan kembali memanas, menyusul langkah Penjaga Pantai AS yang menunggu kedatangan pasukan tambahan sebelum berpotensi menaiki dan menyita kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela.
Situasi geopolitik tersebut dinilai berpotensi meningkatkan volatilitas pasar global dan tetap memberikan dukungan terhadap harga emas sebagai aset lindung nilai, meskipun dalam jangka pendek terjadi koreksi ringan.
Dikutip dari metrotvnews.com