Harga Cabai Rawit Merah Menurut PIHPS Tembus Rp70.500 per Kg

Harga Cabai Rawit Merah Menurut PIHPS Tembus Rp70.500 per Kg

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga cabai rawit merah pada 1 Januari 2026 mencapai Rp70.500 per kilogram (kg). Data tersebut dihimpun dari harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional.

Berdasarkan data PIHPS yang dilansir di Jakarta pada Kamis pukul 10.00 WIB, sejumlah komoditas pangan strategis lainnya juga menunjukkan pergerakan harga yang beragam.

Harga Bawang dan Beras Nasional

PIHPS mencatat harga bawang merah berada di level Rp53.900 per kg, sementara bawang putih dijual dengan harga Rp42.350 per kg.

Untuk komoditas beras, harga beras kualitas bawah I tercatat Rp14.200 per kg dan beras kualitas bawah II Rp14.950 per kg. Beras kualitas medium I berada di harga Rp16.350 per kg, sedangkan kualitas medium II Rp16.200 per kg.

Adapun beras kualitas super I dibanderol Rp17.250 per kg dan beras kualitas super II di harga Rp16.750 per kg.

Harga Cabai dan Daging

Selain cabai rawit merah, PIHPS juga mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp48.850 per kg, cabai merah keriting Rp56.400 per kg, serta cabai rawit hijau Rp47.850 per kg.

Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras tercatat Rp42.350 per kg. Sementara itu, harga daging sapi kualitas I mencapai Rp142.150 per kg dan daging sapi kualitas II berada di harga Rp131.400 per kg.

Harga Gula, Minyak Goreng, dan Telur

Harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp21.500 per kg, sedangkan gula pasir lokal berada di level Rp18.650 per kg.

Sementara itu, harga minyak goreng curah tercatat Rp20.050 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I dijual seharga Rp23.250 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II berada di harga Rp22.050 per liter.

PIHPS juga mencatat harga telur ayam ras berada di level Rp33.850 per kg.

Harga pangan dapat berbeda di tiap daerah tergantung pasokan, distribusi, serta kondisi pasar setempat. Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan harga pangan secara berkala, terutama di awal tahun 2026.

Dikutip dari antaranews.com