Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin malam. Letusan tersebut disertai semburan abu vulkanik yang mencapai ketinggian sekitar 600 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Yadi Yuliandi menjelaskan bahwa erupsi terjadi pada pukul 21.06 WIB.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 21.06 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau 4.276 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Yadi dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin.
Kolom abu mengarah ke selatan
Yadi menjelaskan kolom abu vulkanik yang muncul dari puncak Gunung Semeru berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan teramati bergerak ke arah selatan.
Erupsi tersebut juga terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama 158 detik.
Berdasarkan catatan petugas pemantauan, Gunung Semeru tercatat mengalami sebanyak 10 kali erupsi sejak pagi hingga malam hari.
Erupsi pertama pada hari itu terjadi sekitar pukul 00.44 WIB, namun visual letusan tidak teramati secara langsung. Hingga laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung.
Status Gunung Semeru masih Level III Siaga
Saat ini Gunung Semeru masih berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mematuhi sejumlah rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan oleh petugas pemantau gunung api.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, warga juga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Warga diminta waspadai awan panas dan lahar
Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Wilayah tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar dari aktivitas erupsi.
Selain itu, warga diminta tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar yang dapat mengalir melalui sejumlah sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Beberapa aliran sungai yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.