Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Ke-2 RI Soeharto dan Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bersama sembilan tokoh bangsa lainnya.
“Terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Prabowo Subianto, yang telah menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Ke-2 RI Soeharto atau Pak Harto. Ini merupakan bentuk penghormatan negara terhadap jasa dan pengabdian beliau kepada bangsa dan negara,” ujar Sarmuji di Jakarta, Senin (10/11/2025).
🏛️ Pengakuan atas Dedikasi Panjang Soeharto untuk Bangsa
Sarmuji mengatakan, penganugerahan gelar tersebut bukan hanya penghargaan terhadap peran besar Soeharto dalam pembangunan nasional, tetapi juga pengakuan atas dedikasinya sejak masa perjuangan kemerdekaan.
“Pak Harto berperan penting, baik pada masa pra-kemerdekaan, pasca-kemerdekaan, maupun selama menjadi presiden yang memimpin pembangunan bangsa lebih dari tiga dekade,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa warisan pemikiran dan karya Soeharto masih terasa hingga kini, terutama dalam bentuk pembangunan, stabilitas nasional, serta pembentukan lembaga dan sistem pemerintahan yang menjadi fondasi kemajuan Indonesia modern.
💛 Peran Soeharto dalam Lahirnya Golkar
Dalam kesempatan itu, Sarmuji juga menyinggung peran besar Soeharto dalam kelahiran dan pembentukan Partai Golkar.
“Pak Harto adalah Dewan Pembina Golkar yang menerjemahkan pikiran Bung Karno tentang golongan fungsional. Beliau yang kemudian mewujudkannya menjadi kekuatan sosial-politik konkret dalam bentuk Golongan Karya,” jelasnya.
Menurut Sarmuji, gagasan tersebut menjadi dasar ideologis dan historis bagi Partai Golkar.
“Golkar lahir dari semangat pengabdian, bukan sekadar kekuasaan. Penganugerahan ini meneguhkan kembali akar ideologis dan historis Golkar sebagai bagian dari perjalanan panjang bangsa Indonesia,” tambahnya.
🤝 Sarmuji: Penganugerahan Gus Dur Simbol Rekonsiliasi Nasional
Sarmuji juga menilai pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur memiliki makna simbolik yang penting. Ia menyebut hal itu sebagai simbol rekonsiliasi nasional yang menunjukkan kedewasaan bangsa dalam menghargai jasa para tokoh, terlepas dari perbedaan politik di masa lalu.
“Meskipun Gus Dur pernah membubarkan Golkar, kami mendukung dan ikut senang atas gelar Pahlawan Nasional yang diberikan kepada beliau. Ini simbol rekonsiliasi nasional,” ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI tersebut.
Ia menambahkan, baik Soeharto maupun Gus Dur sama-sama memberikan kontribusi besar dalam perjalanan bangsa, dengan semangat pengabdian yang perlu diteladani oleh generasi penerus.
🗣️ “Pak Harto Bentuk Wajah Indonesia Modern”
“Pak Harto telah menorehkan jejak sejarah yang membentuk wajah Indonesia modern. Beliau bukan hanya membangun infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga mewariskan stabilitas dan tata kelola pembangunan yang menjadi fondasi bagi kemajuan Indonesia hari ini,” tutup Sarmuji. Dikutip dari antaranews.com