Perusahaan rintisan antarmuka otak–komputer Neuralink terus mencatat kemajuan signifikan dalam pengembangan teknologinya. Ambisi perusahaan milik Elon Musk tersebut kini semakin besar dengan rencana memproduksi implan otak secara massal.
CEO Neuralink Elon Musk mengungkapkan bahwa perusahaan berencana memulai produksi dalam jumlah besar untuk implan antarmuka otak–komputer pada tahun ini. Langkah tersebut menandai fase penting dalam upaya memperluas penggunaan teknologi Neuralink di luar tahap uji coba awal, sebagaimana dilaporkan Indianexpress, Minggu.
Dalam unggahan di platform X, Musk juga menyampaikan bahwa Neuralink menargetkan transisi ke prosedur operasi yang lebih sederhana dan hampir sepenuhnya otomatis pada 2026. Ia menambahkan bahwa implan Neuralink akan dirancang untuk menembus dura tanpa perlu mengangkat lapisan pelindung tersebut.
Dura, atau dura mater, merupakan lapisan terluar otak yang berfungsi melindungi otak dari infeksi serta cedera fisik. Teknologi implan Neuralink dirancang untuk membantu individu dengan kondisi tertentu, seperti cedera tulang belakang dan kelumpuhan berat.
Dengan implan ini, pasien dengan keterbatasan fisik dapat menjalankan berbagai aktivitas digital, mulai dari bermain gim video, menjelajah internet, membuat unggahan di media sosial, hingga mengendalikan kursor mouse tanpa menggerakkan anggota tubuh.
“Neuralink akan mulai produksi massal perangkat antarmuka otak–komputer dan beralih ke prosedur operasi yang lebih sederhana dan hampir sepenuhnya otomatis pada 2026. Benang perangkat akan menembus dura tanpa perlu mengangkatnya. Ini adalah hal yang sangat besar,” tulis Elon Musk dalam unggahannya pada 31 Desember 2025.
Pada November tahun lalu, Neuralink mengumumkan telah menanamkan chip otak pada 12 orang dengan kelumpuhan berat. Pasien pertama, Noland Arbaugh, menyebut implan tersebut memungkinkannya bermain gim Mario Kart, mengendalikan televisi, serta mengoperasikan berbagai peralatan rumah tangga hanya dengan sinyal otak.
Dalam unggahan terpisah, Musk juga menyatakan keyakinannya bahwa teknologi Neuralink berpotensi memulihkan fungsi tubuh secara penuh. Menurutnya, implan tersebut dapat menjembatani komunikasi dari korteks otak, melewati bagian leher atau tulang belakang yang mengalami kerusakan saraf.
Teknologi antarmuka korteks motorik Neuralink pertama kali diumumkan pada 2022. Chip yang diberi nama N1 ini memiliki 1.024 elektroda yang terhubung ke otak melalui 64 benang fleksibel.
Dikutip dari antaranews.com