Pergerakan mata uang utama dunia berlangsung dalam kisaran sempit pada perdagangan Selasa, 30 Desember 2025. Pasar mempertahankan kondisi relatif tenang di tengah volume transaksi akhir tahun yang tipis, seiring investor menanti rilis risalah rapat Federal Reserve (The Fed) untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan moneter hingga 2026.
Aktivitas di pasar valuta asing regional juga terpantau minim, dengan banyak pelaku pasar memilih menahan diri menjelang libur Tahun Baru. Kondisi ini membatasi pergerakan signifikan pada pasangan mata uang utama.
Mengutip data Investing.com, Rabu, 31 Desember 2025, indeks dolar Amerika Serikat (AS) tercatat bergerak relatif stabil terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Sementara itu, kontrak berjangka Indeks Dolar AS turun tipis sekitar 0,1 persen.
Pada perdagangan tersebut, pasangan USD/JPY melemah 0,1 persen. Di sisi lain, GBP/USD menguat tipis 0,1 persen, sementara EUR/USD bergerak mendatar tanpa perubahan berarti.
Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan Desember. Dokumen tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai diskusi internal bank sentral setelah keputusan pemangkasan suku bunga yang dilakukan pada awal bulan ini.
Investor memperkirakan risalah The Fed akan mengungkap adanya perbedaan pandangan di antara para pembuat kebijakan terkait kecepatan dan besaran pelonggaran moneter lanjutan, terutama di tengah tren inflasi yang terus menunjukkan perlambatan.
Ekspektasi bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga pada 2026 menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pasar mata uang global dalam beberapa pekan terakhir. Pelaku pasar telah memperhitungkan kemungkinan beberapa kali pemangkasan suku bunga tahun depan.
Perubahan ekspektasi tersebut memberikan tekanan terhadap dolar AS dan, pada beberapa kesempatan, mendukung penguatan mata uang negara berkembang di kawasan Asia. Namun, ketidakpastian terkait waktu dan skala pelonggaran kebijakan moneter membuat investor tetap bersikap hati-hati, sehingga membatasi pergerakan pasar secara keseluruhan.
Dikutip dari metrotvnews.com