Cara Efektif Melindungi Tubuh dari Paparan Abu Vulkanik

Cara Efektif Melindungi Tubuh dari Paparan Abu Vulkanik

Aktivitas erupsi Gunung Semeru kembali memunculkan hujan abu di wilayah sekitar. Masyarakat diimbau untuk memahami risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik yang masih berpotensi berlangsung.

Abu vulkanik mengandung partikel halus seperti karbon dioksida, sulfat, asam hidroklorik, dan hidrofluorat yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan seperti asma atau bronkitis berisiko mengalami gejala lebih berat. Gejala umum akibat paparan abu meliputi pilek, batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, bronkitis, gangguan pernapasan kronis, dan infeksi mata. Risiko jangka panjang termasuk silikosis, yang dapat menurunkan fungsi paru-paru.

Untuk melindungi kesehatan dari paparan abu vulkanik, masyarakat disarankan melakukan langkah pencegahan berikut:

  1. Tutup pintu dan jendela untuk mencegah abu masuk rumah.
  2. Segel celah bangunan dengan selotip, terpal plastik, atau handuk.
  3. Gunakan satu pintu sebagai akses keluar-masuk rumah selama hujan abu.
  4. Tinggalkan pakaian atau sepatu yang terkena abu di luar.
  5. Hindari penggunaan alat rumah yang menyedot udara dari luar.
  6. Bersihkan abu di dalam rumah dengan kain lembap.
  7. Pertimbangkan evakuasi jika abu semakin pekat.
  8. Jangan menggunakan kompor atau alat pemanas yang menghasilkan asap saat kualitas udara buruk.
  9. Hentikan kebiasaan merokok sementara.
  10. Gunakan masker yang menutupi rapat wajah agar partikel abu tidak masuk melalui celah.

Masyarakat juga diminta memperhatikan gejala pernapasan setelah terpapar abu. Jika muncul batuk berkepanjangan, sesak napas, atau nyeri dada, segera lakukan pemeriksaan medis. Abu vulkanik dapat bertahan beberapa hari meski erupsi mereda, sehingga kewaspadaan tetap penting untuk menjaga kesehatan keluarga.

Dikutip dari RRI.co.id