Bantu Penanganan Banjir Aceh, Prabowo Kerahkan Helikopter Pribadi

Bantu Penanganan Banjir Aceh, Prabowo Kerahkan Helikopter Pribadi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengirimkan helikopter pribadinya untuk membantu Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dalam memantau lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan helikopter tersebut telah dikerahkan sejak pekan pertama bencana dan dapat digunakan oleh Pemerintah Provinsi Aceh dalam rangka penanganan darurat.

“Sejak minggu pertama bencana, Bapak Presiden langsung mengirimkan helikopter pribadi beliau ke Aceh untuk digunakan oleh Gubernur Aceh beserta timnya. Silakan digunakan ke mana pun berkeliling Aceh sejak minggu pertama,” kata Teddy di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12).

Teddy menegaskan, sejak hari pertama terjadinya bencana, pemerintah telah memberikan upaya maksimal dalam penanganan di lokasi terdampak. Menurutnya, pemerintah terus bergerak dan tidak tinggal diam menghadapi dampak banjir bandang dan longsor.

Ia juga menanggapi perbandingan penanganan bencana saat ini dengan bencana sebelumnya. Teddy menyebut setiap bencana memiliki tantangan berbeda sehingga pendekatan penanganannya pun tidak bisa disamakan.

“Sekarang ini kita sudah masuk satu bulan pascabencana, dan alhamdulillah dalam satu bulan ini sudah ada hasil konkret,” ujarnya.

Teddy mengungkapkan bencana banjir dan longsor tersebut berdampak pada tiga provinsi di Sumatra dan memengaruhi sekitar 52 kabupaten/kota. Sebanyak 78 ruas jalan nasional sempat terputus akibat bencana.

“Per satu bulan, dari 78 ruas jalan nasional yang putus, kini tinggal enam yang masih dalam proses penyambungan, masing-masing empat titik di Aceh serta sisanya di Sumatra Barat dan Sumatra Utara,” katanya.

Selain jalan, bencana juga merusak sejumlah jembatan lintas kabupaten. Namun, dalam kurun waktu satu bulan, sebagian besar jembatan telah kembali tersambung.

“Sekarang per satu bulan, 12 jembatan dengan bentang sungai lebar 50 meter ke atas sudah tersambung. Bahkan di Bireuen, bentang jembatan sampai 180 meter juga sudah terhubung kembali,” ucap Teddy.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik di wilayah terdampak bencana.

Dikutip dari cnnindonesia.com