Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Senin sore hingga malam, 2 Maret 2026, memicu banjir luapan di tiga kecamatan sekaligus. Luapan air sungai dan drainase yang tak mampu menampung debit air membuat sejumlah rumah warga di Singosari, Pakis, dan Kasembon tergenang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang (BPBD), Sadono Irawan, menjelaskan hujan deras sejak pukul 16.00 WIB menjadi pemicu utama kejadian tersebut.
Singosari
Di Kecamatan Singosari, banjir terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di Kelurahan Losari RT03/RW01. Air sungai meluap setelah rumpun bambu menyumbat aliran dengan ketebalan sekitar lima meter dari permukaan sungai.
“Hujan deras mulai pukul 16.00 WIB di wilayah Kecamatan Singosari mengakibatkan debit air sungai meluap karena tersumbat rumpun bambu dengan volume sumbatan ketebalan sekitar 5 meter dari permukaan sungai, lebar kiri kanan 4 meter dan panjang mengikuti aliran sungai 8 meter dan meluap ke pemukiman warga,” ujar Sadono, Selasa, 3 Maret 2026.
Sedikitnya lima rumah terdampak dengan total 15 jiwa. Kerugian sementara ditaksir mencapai sekitar Rp25 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kondisi berangsur membaik pada malam hari setelah air mulai surut dan akses jalan kembali dapat dilalui.
Salah satu warga, Hudi Bimawan, terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya karena rumahnya dipenuhi material lumpur.
Pakis
Banjir luapan juga terjadi di Desa Mangliawan RT02/RW04, Kecamatan Pakis, sekitar pukul 18.15 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi membuat aliran Sungai Bangau meluap dan masuk ke permukiman warga.
Beberapa rumah milik warga, antara lain Aditya Rakhman, Sarnedi, Tommy Hermanto, Sampe, dan Arif, dilaporkan terdampak genangan. Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa dan air sudah mulai surut, meski warga masih membutuhkan bantuan sembako.
Kasembon
Di Kecamatan Kasembon, banjir terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Dusun Krajan RT17/RW08, Desa Kasembon. Hujan deras sejak pukul 14.30 WIB membuat drainase tidak mampu menampung debit air hingga meluap setinggi kurang lebih 30 sentimeter ke dalam rumah warga.
Tiga kepala keluarga terdampak dengan total 12 jiwa, yakni keluarga Edi, Basori, dan Yasip. Saat ini, air telah surut dan warga bersama petugas melakukan pembersihan sisa genangan.
Sadono memastikan tim Pusdalops dan TRC BPBD Kabupaten Malang langsung bergerak melakukan asesmen dan koordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait. Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang berisiko memicu banjir luapan kembali di wilayah rawan.
Dikutip dari metrotvnews.com