Banjir Kudus Berdampak Luas, 48 Ribu Warga Terdampak dan Arus Pantura Tersendat

Banjir Kudus Berdampak Luas, 48 Ribu Warga Terdampak dan Arus Pantura Tersendat

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, semakin meluas dan kini mencakup 35 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 120 sentimeter dan menyebabkan 48.193 jiwa atau 15.237 keluarga terdampak.

Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas di Jalur Pantura Kudus–Pati. Genangan air setinggi 20 hingga 50 sentimeter sepanjang sekitar 400 meter membuat kendaraan harus melaju perlahan. Tiga titik utama yang terendam berada di Jembatan Ngembalrejo, Jembatan Bukduwur Tenggeles, dan Jembatan Hadipolo.

“Akibat banjir di Demak, Kudus, dan Pati perjalanan terganggu. Biasanya Semarang–Pati dapat ditempuh sekitar empat jam, kini bisa molor hingga 18 jam,” kata Sugiyono, 45, pengemudi truk tujuan Surabaya, Kamis, 15 Januari 2026.

Banjir dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah Kudus dan sekitarnya sejak Jumat, 9 Januari 2026, sehingga menyebabkan sejumlah sungai meluap. Luasan wilayah terdampak terus bertambah, dari sebelumnya 24 desa menjadi 35 desa di Kecamatan Kaliwungu, Jekulo, Mejobo, Undaan, Bae, Gebog, dan Jati.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengungkapkan jumlah warga terdampak terus meningkat. Sebelumnya tercatat 34.277 jiwa, kini bertambah menjadi 48.193 jiwa.

Selain banjir, curah hujan tinggi juga memicu bencana tanah longsor di sejumlah wilayah. Longsor dilaporkan terjadi di dua lokasi di Kecamatan Bae, 38 lokasi di Kecamatan Gebog, dan 92 lokasi di Kecamatan Dawe.

“Proses evakuasi warga masih terus berlangsung,” ujar Eko.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan jumlah pengungsi mengalami peningkatan signifikan, dari ratusan menjadi ribuan jiwa. Warga terpaksa mengungsi ke balai desa, masjid, sekolah, serta lokasi lain yang dinilai lebih aman.

“Untuk memenuhi kebutuhan dan pelayanan pengungsi, pemerintah daerah bersama relawan telah menyiapkan posko dan dapur umum di sejumlah titik,” kata Sam’ani.

Dapur umum disiagakan di berbagai lokasi, antara lain MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus, Balai Desa Kesambi, Balai Desa Kirig, TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor, Kantor PMI Kudus, Balai Desa Karangrowo, Balai Desa Mejobo, Balai Desa Payaman, Gedung Muslimat NU Loram Kulon, serta Gedung DPRD Kudus.

Dikutip dari metrotvnews.com