Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng), Sumatra Utara, melakukan verifikasi data rumah warga yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi pada November 2025. Kegiatan verifikasi dimulai pada Minggu, 22 Februari 2026, guna memastikan seluruh rumah terdampak tercatat secara menyeluruh dan akurat.
Anggota Tim Penanggulangan Bencana Tapteng, Osis Waluyo Manik, menyampaikan bahwa pendataan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat dalam proses pencatatan kerusakan.
“Pendataan ini untuk memastikan rumah warga yang terdampak banjir bandang terdata semua,” ujar Osis, dikutip dari Antara, Senin, 23 Februari 2026.
Fokus di Dua Kecamatan
Verifikasi difokuskan di dua kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri. Di Kecamatan Tukka, tiga tim dikerahkan untuk mengumpulkan dan memvalidasi data agar laporan yang disampaikan ke pemerintah pusat lebih lengkap dan akurat.
Osis menjelaskan bahwa pendataan kali ini merupakan yang ketiga sejak bencana terjadi. Namun, pada tahap ini, tim memastikan validitas data dengan lebih teliti.
“Pendataan ini sudah yang ketiga kalinya dan kali ini kami melaksanakan kegiatan pendataan secara valid,” katanya.
Di Kelurahan/Kecamatan Tukka saja, tercatat lebih dari 100 rumah mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Dalam proses verifikasi terbaru, tim menemukan 10 rumah yang sebelumnya belum masuk dalam pendataan.
Bantuan Rp60 Juta untuk Rumah Rusak Berat
Sebelumnya, Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumut telah menyiapkan bantuan sebesar Rp60 juta bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
“Pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi hunian masyarakat. Jadi bagi bapak/ibu yang rumahnya rusak berat, bantuannya Rp60 juta,” ujar Bobby pada Kamis, 19 Februari 2026.
Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi hunian masyarakat terdampak, sehingga para penyintas dapat segera kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.
Dikutip dari metrotvnews.com