Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Rabu (24/12) seiring meningkatnya risiko koreksi lanjutan setelah penutupan bursa sebelumnya.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa masih menyisakan potensi tekanan. Secara teknikal, indeks diperkirakan melemah untuk menguji area 8.464–8.560 guna menutup celah harga (gap) yang masih tersisa.
“Namun jika skenario terburuk terjadi, koreksi bisa berlangsung lebih dalam dengan IHSG berpotensi turun ke kisaran 8.000-an,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Dengan kondisi tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak pada level support 8.553 dan 8.493, serta resistance di kisaran 8.714 dan 8.821. Ia juga merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik, antara lain MBMA, MDKA, SMBR, dan TINS.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengamati IHSG kembali ditutup di bawah rata-rata pergerakan 20 hari (MA20), meski sempat menembus level 8.657 pada perdagangan kemarin.
Menurut Ivan, kondisi tersebut mengindikasikan penembusan yang belum cukup kuat, sehingga pasar saham domestik masih rawan melanjutkan pelemahan.
“Dengan kondisi tersebut, IHSG berpeluang melanjutkan koreksi untuk menguji area 8.510–8.550,” kata Ivan dalam riset hariannya.
Ivan memprediksi IHSG akan bergerak dengan level support di 8.493, 8.424, 8.361, dan 8.255, serta resistance di 8.742, 8.877, dan 8.941. Adapun saham yang direkomendasikan antara lain AMRT dan BBNI.
Pada perdagangan Selasa (23/12), IHSG ditutup melemah 61,06 poin atau 0,71 persen ke level 8.584. Berdasarkan data RTI Infokom, total nilai transaksi mencapai Rp24,45 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 41,48 miliar saham.
Pada penutupan tersebut, tercatat sebanyak 275 saham menguat, 373 saham melemah, dan 157 saham bergerak stagnan.
Dikutip dari cnnindonesia.com