Akselerasi Infrastruktur: 17 Bangunan di Latumenten Dieksekusi untuk Jalan Layang

Akselerasi Infrastruktur: 17 Bangunan di Latumenten Dieksekusi untuk Jalan Layang

Petugas gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat membongkar 17 bangunan yang terdampak pembangunan Jalan Layang Latumeten di RW 04 dan RW 06 Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan. Pembongkaran dilakukan oleh 100 petugas dengan bantuan satu alat berat.

Asisten Pemerintahan Kota Jakarta Barat, Holi Susanto, menegaskan bahwa tindakan tersebut telah didahului oleh sosialisasi kepada warga maupun pemilik bangunan sehingga prosesnya berjalan kondusif.

Bangunan Permanen dan Lapak PKL Turut Dibongkar
Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya, menjelaskan bahwa bangunan yang dibongkar terdiri dari bangunan permanen dan semi permanen yang tertutup area pelebaran jalan untuk proyek jalan layang.

Selain bangunan, sejumlah lapak pedagang kaki lima di Jalan Prof. Dr. Latumeten juga turut dibongkar karena terdampak pelebaran jalur.

Proyek Dimulai Akhir 2025, Dana Capai Rp494 Miliar
Proyek pembangunan jalan layang yang menelan anggaran sekitar Rp494 miliar itu akan dimulai pada akhir 2025. Selain mendukung kelancaran arus lalu lintas, proyek ini juga akan diikuti dengan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) berkonsep skywalk berbayar.

Akses Kendaraan Akan Diatur Ulang
Kepala Sub Kelompok Perencanaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Mahendra, menyampaikan bahwa jalan layang tersebut akan dibangun sepanjang 380 meter dari sisi selatan hingga sisi utara Stasiun Grogol. Nantinya, akses Jalan Latumeten hanya diperuntukkan bagi kendaraan umum seperti Transjakarta, Jaklingko, dan Commuter Line.

Sementara itu, kendaraan pribadi seperti mobil dan motor akan dialihkan untuk melintas melalui jalan layang. Skywalk yang akan dibangun dirancang serupa dengan fasilitas pejalan kaki di kawasan Bundaran HI.

Dikutip dari metrotvnews.com