Minyak Brent Stabil di Level USD70 per Barel

Minyak Brent Stabil di Level USD70 per Barel

Harga minyak dunia mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak mengejar program senjata nuklir dalam pidatonya.

Mengutip Yahoo Finance, Kamis, 26 Februari 2026, harga minyak mentah Brent berjangka sebagai patokan internasional untuk kontrak beli atau jual di masa depan naik 0,3 persen menjadi USD70,78 per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka sebagai patokan pasar domestik AS naik 0,4 persen menjadi USD65,86 per barel.

Dalam pidatonya, Trump menegaskan lebih memilih penyelesaian melalui jalur diplomasi. Namun, ia menekankan tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

“Saya lebih memilih untuk menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi. Tetapi satu hal yang pasti, saya tidak akan pernah membiarkan sponsor teror nomor satu di dunia memiliki senjata nuklir,” ujar Trump.

Komentar tersebut muncul menjelang putaran pembicaraan lanjutan antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Kamis. Pasar mencermati secara ketat perkembangan negosiasi tersebut karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan minyak global.

Kepala strategi komoditas ING Warren Patterson dan ahli strategi komoditas Ewa Manthey menyatakan bahwa tanpa kesepakatan, kemungkinan aksi militer tetap tinggi dan bahkan meningkat.

Menurut mereka, batas waktu 10 hingga 15 hari yang ditetapkan Presiden Trump untuk Iran mengarah pada awal Maret sebagai periode krusial. Ketidakpastian ini membuat pasar terus memasukkan premi risiko dalam harga minyak dan tetap sensitif terhadap setiap perkembangan terbaru terkait hubungan AS dan Iran.

Dikutip dari metrotvnews.com