Penguatan Dolar AS Berlanjut, Mata Uang Utama Tertekan

Penguatan Dolar AS Berlanjut, Mata Uang Utama Tertekan

Dolar AS 19 Februari 2026 menguat pada perdagangan Kamis setelah sempat menyentuh level terendah baru-baru ini. Penguatan terjadi menyusul rilis risalah rapat Federal Reserve yang menunjukkan para pembuat kebijakan belum terburu-buru memangkas suku bunga.

Mengutip Xinhua, indeks dolar yang mengukur nilai greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,56 persen ke posisi 97,702.

Pada penutupan perdagangan di New York, euro melemah ke USD1,1788 dari USD1,1845 pada sesi sebelumnya. Poundsterling Inggris turun ke USD1,3503 dari USD1,3559. Sementara itu, dolar AS menguat terhadap yen Jepang menjadi 154,79 dari 153,39 yen.

Dolar juga menguat terhadap franc Swiss ke level 0,7728 dari 0,7705. Terhadap dolar Kanada, mata uang AS naik menjadi 1,3698 dari 1,3641. Dolar AS juga terapresiasi terhadap krona Swedia ke 9,0395 dari 8,9847.

Penguatan dolar AS 19 Februari 2026 menguat dipicu oleh sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral AS. Risalah rapat menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara pejabat The Fed terkait arah suku bunga ke depan.

Beberapa pembuat kebijakan memperkirakan peningkatan produktivitas dapat membantu meredam inflasi. Namun, mayoritas peserta rapat memperingatkan bahwa proses tersebut mungkin berlangsung lambat dan tidak merata. Bahkan, sebagian anggota membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap berada di atas target.

Hal ini mengindikasikan tidak adanya urgensi untuk kembali memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Setidaknya, pasar menilai kebijakan moneter kemungkinan tetap berhati-hati hingga masa jabatan Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell, berakhir pada Mei 2026.

Ke depan, pelaku pasar menantikan rilis data penting, termasuk indeks manajer pembelian (PMI) global dan Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pada Jumat. Data tersebut diperkirakan akan menjadi katalis lanjutan bagi pergerakan dolar di pasar valuta asing.

Dengan sentimen kebijakan moneter yang cenderung ketat dan ekspektasi data ekonomi utama, dolar AS 19 Februari 2026 menguat dan berpotensi tetap volatil dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

Dikutip dari metrotvnews.com