Pasar Saham AS Bervariasi, Dow Jones Naik Tipis Sedangkan S&P 500 dan Nasdaq Merosot

Pasar Saham AS Bervariasi, Dow Jones Naik Tipis Sedangkan S&P 500 dan Nasdaq Merosot

Indeks saham utama Amerika Serikat menutup perdagangan Kamis, 8 Januari 2026, dengan pergerakan yang beragam. S&P 500 berakhir hampir datar, menurun tipis 0,02 persen, sementara Dow Jones Industrial Average naik 269 poin atau 0,6 persen. Nasdaq Composite turun 0,4 persen.

Penguatan saham chip yang tajam sebelumnya sedikit mereda, sedangkan sektor konsumen dan energi berhasil menahan kerugian pasar yang lebih luas. Saham teknologi mengalami perlambatan, terutama saham memori seperti Western Digital, SanDisk, Seagate, dan Micron Technology, yang mencatat penurunan signifikan.

Di sisi lain, saham sektor konsumen menunjukkan kinerja positif. Amazon.com dan Costco Wholesale Corp naik, dengan Costco mencatat lonjakan penjualan pada Desember dibandingkan periode yang sama tahun lalu. General Motors turun lebih dari satu persen setelah jam kerja akibat biaya khusus USD7,1 miliar pada kuartal IV, seiring penyesuaian strategi produksi kendaraan listrik.

Laporan Pekerjaan Bulanan Menjadi Fokus Pasar

Jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran meningkat sedikit pekan lalu, menunjukkan PHK relatif rendah pada akhir 2025, meski permintaan tenaga kerja tetap moderat. Klaim awal tunjangan pengangguran negara bagian naik 8.000 menjadi 208.000 untuk pekan yang berakhir 27 Desember.

Produktivitas pekerja AS juga mencatat pertumbuhan tercepat dalam dua tahun pada kuartal III, meningkat 4,9 persen tahunan, dibandingkan 4,1 persen pada kuartal II.

Perhatian pasar kini tertuju pada laporan penggajian non-pertanian yang dijadwalkan rilis Jumat, yang akan menjadi indikator penting arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Gubernur The Fed Stephen Miran memperkirakan pemotongan suku bunga sekitar 150 basis poin sepanjang 2026 untuk mendukung pasar tenaga kerja, seiring inflasi inti berada dalam target yang stabil.

Data ADP sebelumnya menunjukkan lapangan kerja sektor swasta meningkat lebih rendah dari perkiraan pada Desember, memperkuat indikasi perlambatan momentum perekrutan. Laporan resmi pemerintah pada Jumat akan memberikan panduan lebih jelas bagi pelaku pasar mengenai potensi pemotongan suku bunga The Fed.

Dikutip dari metrotvnews.com