Bentrok Antarwarga Pecah di Maluku, Dua Tewas dan Enam Orang Terluka

Bentrok Antarwarga Pecah di Maluku, Dua Tewas dan Enam Orang Terluka

Sejumlah warga Desa Longgar dan Desa Apara, Kecamatan Aru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, terlibat bentrok pada Jumat pagi, 2 Januari 2026. Akibat insiden tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.

Dua korban tewas masing-masing diketahui bernama Antoni Sareman, warga Desa Longgar, serta Hery Marlisa (40). Sementara enam korban luka terdiri atas tiga warga Desa Longgar, yakni Aleksander Djontar, Abdul Haji Rahantan, dan Laurensia Jerwy, serta tiga warga Desa Apara, yakni Remon Onaola, Muharam Difinubun, dan Karel Gwejor.

Bermula dari Insiden Pemukulan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan berawal pada Kamis, 1 Januari 2026, sekitar pukul 15.36 WIT. Dua warga Desa Longgar, Lorensius Jerwy dan Maksimus Kobaun, mendatangi rumah Tony Rainuni di Desa Apara untuk membeli minuman keras tradisional jenis sopi.

Saat berada di perbatasan Desa Longgar dan Desa Apara, keduanya diadang oleh sekitar sepuluh pemuda dari Desa Apara yang hendak menuju Desa Longgar. Dalam kejadian tersebut, Lorensius dan Maksimus dipukul sehingga terpaksa melarikan diri kembali ke Desa Longgar.

Sekitar pukul 16.27 WIT, keduanya bersama sepuluh pemuda dari Desa Longgar mendatangi perbatasan desa untuk mencari pelaku pemukulan. Di lokasi tersebut, bentrokan pun pecah dengan aksi saling serang menggunakan parang, senapan angin, hingga busur panah.

Bentrokan Kembali Terjadi

Upaya melerai bentrokan sempat dilakukan oleh seorang pendeta bernama Japy Tenu, namun tidak berhasil menghentikan konflik. Warga dari kedua desa terus berdatangan hingga bentrokan meluas di sekitar lapangan bola SMA Negeri 8 sekitar pukul 17.00 WIT.

Aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas di wilayah tersebut juga sempat turun tangan untuk meredam situasi. Namun pada Jumat pagi, 2 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIT, bentrokan kembali pecah ketika warga Desa Apara melakukan penyerangan terhadap warga Desa Longgar.

Aparat dan Pemerintah Turun Tangan

Kapolres Kepulauan Aru AKBP Albert Perwira Sihite membenarkan peristiwa bentrokan tersebut. Ia mengatakan sekitar 30 personel Brimob dan anggota Polres Kepulauan Aru telah dikerahkan ke lokasi melalui jalur laut sejak pukul 11.00 WIT.

Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, juga telah turun langsung ke kedua desa untuk membicarakan penyelesaian konflik. Menurutnya, bentrokan dipicu oleh persoalan klaim kepemilikan lahan di wilayah perbatasan antar desa.

“Saya meminta warga yang bertikai untuk menyerahkan semuanya kepada aparat penegak hukum, menahan diri, dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah persaudaraan,” ujar Timotius dalam keterangan tertulis, Jumat.

Ia menambahkan, situasi di wilayah perbatasan kedua desa kini berangsur kondusif setelah aparat keamanan dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan pengawasan.

Dikutip dari cnnindonesia.com