Harga Minyak Merosot akibat Kekhawatiran Kelebihan Pasokan

Harga Minyak Merosot akibat Kekhawatiran Kelebihan Pasokan

Harga Minyak Ditutup Melemah
Harga minyak dunia ditutup lebih rendah pada perdagangan Jumat, 12 Desember 2025, sekaligus mencatatkan penurunan mingguan sekitar empat persen. Tekanan harga terjadi seiring kekhawatiran kelebihan pasokan global yang mengalahkan sentimen geopolitik, termasuk isu penyitaan kapal tanker minyak Amerika Serikat di dekat Venezuela.

Mengutip Investing.com, Senin, 15 Desember 2025, harga minyak mentah Brent turun 16 sen menjadi USD61,12 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga melemah 16 sen ke level USD57,44 per barel.

Pasokan Minyak Melimpah Bebani Harga
Kedua patokan harga minyak tersebut telah turun sekitar 1,5 persen pada perdagangan Kamis dan kehilangan lebih dari empat persen sepanjang pekan. Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow, mengatakan pasar masih terbebani kondisi pasokan minyak mentah yang berlimpah.

Menurutnya, pelaku pasar cenderung mengabaikan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela karena faktor fundamental pasokan dinilai lebih dominan.

IEA Prediksi Pasokan Global Melebihi Permintaan
Badan Energi Internasional (IEA) dalam laporan terbarunya memproyeksikan pasokan minyak global pada tahun depan akan melebihi permintaan sebesar 3,84 juta barel per hari, setara hampir empat persen dari total permintaan dunia.

Namun, pandangan tersebut berbeda dengan laporan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang menyebut pasokan minyak dunia akan relatif seimbang dengan permintaan pada 2026.

Sentimen Geopolitik Kurang Berpengaruh
Ketegangan geopolitik, termasuk rencana AS mencegat kapal tanker minyak Venezuela serta serangan drone Ukraina terhadap fasilitas minyak Rusia, dinilai belum cukup kuat mendorong kenaikan harga minyak.

Analis Rystad Energy, Janiv Shah, menyebut faktor-faktor tersebut masih tertahan oleh kondisi pasar yang dibanjiri pasokan. Selain itu, ekspor produk minyak Rusia melalui jalur laut pada November hanya turun tipis 0,8 persen dibandingkan Oktober, terbantu oleh selesainya pemeliharaan kilang.

Dikutip dari metrotvnews.com