Atlet tenis meja Indonesia sepakat menargetkan medali emas pada SEA Games 2025 demi mengembalikan kejayaan tim Merah Putih di pentas Asia Tenggara. Persiapan terus dilakukan agar prestasi terbaik dapat diraih pada ajang yang semakin dekat.
Komang Anik Incar Podium Tertinggi di Debutnya
Komang Anik Sudarnita mengaku antusias sekaligus gugup karena ini menjadi keikutsertaannya yang pertama di SEA Games. Namun, ia memastikan rasa gugup itu diubah menjadi motivasi untuk mengharumkan nama bangsa.
“Pastinya deg-degan karena ini jadi SEA Games pertama saya. Tapi saya mau tunjukkan kalau Indonesia bisa. Kami yakin dengan persiapan yang ada, pastinya ingin medali emas,” ujar Komang di Jakarta, Rabu (3/12).
Naufal Bertekad Ulangi Sejarah Emas
Atlet muda Indonesia, Muhammad Naufal, juga memiliki target serupa. Ia ingin mengulang sejarah emas yang terakhir kali diraih Indonesia pada SEA Games 2005.
“Pasti deg-degan karena baru pertama kali ikut SEA Games. Untuk menghadapinya, saya main lepas saja. Semua atlet tentu mau emas,” ujar atlet berusia 17 tahun itu.
Singapura Masih Jadi Rival Terberat
Naufal menilai Singapura tetap menjadi lawan utama dalam perebutan medali di cabang tenis meja. Sepanjang sejarah SEA Games, Singapura mengumpulkan 63 emas, 35 perak, dan 28 perunggu. Sementara Indonesia berada di posisi kedua dengan 11 emas, 15 perak, dan 30 perunggu.
“Tidak tertekan, tapi lebih ke ingin memberi pembuktian. Saya sudah ikut turnamen Asia di China dan itu jadi bekal percaya diri,” ucap Naufal.
Ia menambahkan bahwa gaya bermain cepat yang dipelajari dari kompetisi di China akan menjadi modal penting untuk menghadapi pemain Singapura.
“Saya belajar main cepat dari China. Itu jadi bekal untuk lawan Singapura yang jadi negara terkuat di Asia Tenggara untuk tenis meja,” ujarnya menegaskan.
Dikutip dari cnnindonesia.com