Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem, Irma Suryani, menekankan bahwa situasi TBC di Indonesia telah memasuki fase kritis dan membutuhkan intervensi lebih masif dari pemerintah.
“Alhamdulillah hari ini kita di Fraksi Partai NasDem mengadakan FGD tentang eliminasi tuberkulosis… Indonesia menjadi salah satu negara yang TBC-nya sangat tinggi. Dan tentu ini harus segera dilakukan intervensi oleh pemerintah,” tegasnya.
Irma menjelaskan bahwa penularan TBC yang belum terkendali berdampak luas, tidak hanya pada kesehatan masyarakat tetapi juga pada kondisi sosial dan ekonomi. Melalui FGD ini, Fraksi NasDem berharap dapat mengumpulkan berbagai masukan strategis yang akan disampaikan kepada pemerintah.
“Untuk itu kita melakukan FGD agar masukan dari semua pihak bisa kita tampung dan kita sampaikan kepada pemerintah,” ujarnya.
Pemerintah: 10 Persen Kasus TBC Dunia Berada di Indonesia
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, yang turut hadir dalam FGD, menyatakan bahwa pemberantasan TBC merupakan salah satu prioritas nasional pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Hari ini 10 persen kasus TB di dunia ada di Indonesia. Pemerintah concern. Dalam program pemerintah, salah satunya adalah pemberantasan TBC secara maksimal,” kata Benjamin.
Ia memaparkan bahwa capaian penemuan kasus TBC meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir. Namun, masih terdapat jutaan masyarakat yang berisiko tertular dari kasus yang belum ditemukan atau belum mendapatkan pengobatan.
“Sekarang baru 65 persen notifikasi kasus di Jakarta. Artinya, 35 persen kasus TBC enggak diobatin. Selama belum ditemukan 100 persen, selama TBC masih ada ya pasti menular,” ujarnya.
Penanganan TBC Butuh Kolaborasi 31 Kementerian dan Lembaga
Benjamin menekankan bahwa eliminasi TBC tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan saja. Pemerintah melibatkan sedikitnya 31 kementerian dan lembaga untuk menghasilkan pendekatan terpadu, mulai dari perbaikan gizi, lingkungan permukiman, hingga akses layanan kesehatan.
Selain itu, edukasi publik menjadi salah satu fokus utama pemerintah.
“Tujuan kami nomor satu adalah mengedukasi masyarakat. Nggak usah takut, ada obatnya gratis dari pemerintah,” jelasnya.
Hingga 27 November 2027, pemerintah telah menemukan 750.000 kasus TBC, sementara sekitar 300.000 kasus masih dikejar hingga akhir tahun.
“Selama masih ada orang sakit yang tidak diobati dan berkeliaran, maka TB di Indonesia nggak pernah berakhir,” tegas Benjamin.
FGD Jadi Ruang Kolaborasi Lintas Sektor
FGD yang dipandu Dr. dr. Cashtry Meher, Ketua Umum Prokes NasDem, turut menghadirkan berbagai ahli lintas sektor, antara lain:
- Kementerian Kesehatan
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
- WHO Indonesia
- Akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
- Dokter spesialis paru
Forum ini menjadi bukti komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi menuju target Indonesia Bebas TBC 2030.
Dikutip dari metrotvnews.com