Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan III 2025 tercatat sebesar USD424,4 miliar atau setara Rp7.091,72 triliun dengan kurs Rp16.710 per USD. Jumlah ini menurun dibanding triwulan II 2025 yang sebesar USD432,3 miliar dan menunjukkan kontraksi 0,6% secara tahunan (yoy).
Rincian Utang
- ULN Pemerintah: USD210,1 miliar, tumbuh 2,9% yoy, melambat dibanding triwulan sebelumnya 10%. Perlambatan dipengaruhi kontraksi aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN).
- ULN Swasta: USD191,3 miliar, menurun dari USD193,9 miliar. Lembaga keuangan kontraksi 3% yoy, perusahaan nonkeuangan kontraksi 1,7% yoy. Mayoritas ULN swasta berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan & asuransi, pengadaan listrik & gas, serta pertambangan & penggalian.
Kondisi Struktur Utang
- Rasio ULN terhadap PDB: Turun menjadi 29,5% dari 30,4% pada triwulan II 2025.
- Dominasi Utang Jangka Panjang: 86,1% dari total ULN, menunjukkan struktur utang yang sehat.
Keterangan BI
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan ULN Indonesia masih aman dan akan terus dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan, sambil meminimalkan risiko terhadap stabilitas ekonomi.
Dikutip dari RRI.co.id